Pembahasan Raperda Gunungkidul Dikebut, 3 Draf Segera Dibahas
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Ilustrasi darah (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Harianjogja.com, JOGJA-Palang Merah Indonesia (PMI) DIY menjadi file project PMI pusat untuk pengelolaan Sistem Informasi Manajemen (SIM) darah di Indonesia.
Tujuan, program itu untuk memberikan keterbukaan informasi kepada masyarakat mulai dari ketersediaan darah, jadwal donor bagi seseorang atau segala sesuatu yang berkaitan dengan PMI.
"Kami menjadi daerah yang pertama menerapkan sistem ini, yang nantinya program ini akan diikuti daerah-daerah lain di Indonesia," kata Ketua PMI DIY, Herry Zudianto dalam Mukerda PMI DIY di Jogja International Hospital, Sabtu (22/2/2014).
Keterbukaan informasi ini, kata dia, bisa memberikan akses informasi yang seluas-luasnya bagi masyarakat. Dengan ini, ia juga berharap masyarakat lebih aktif dan rutin menjadi pendonor sehingga fluktuasi ketersediaan darah bisa diatasi.
"Idealnya stok darah itu 2 persen dari seluruh penduduk di suatu wilayah. Asumsinya, jika penduduk DIY, 3,5 juta orang, maka dibutuhkan 70.000 kantong darah untuk persediaan," papar dia.
Selain itu, banyaknya pesan singkat atau broadcasting di jejaring media tentang seorang yang membutuhkan darah membuatnya agak risih dan prihatin. Karena, ia tidak ingin hal tersebut dijadikan obyek komersialisasi oleh pihak-pihak tertentu.
"Padahal donor kan kegiatan sosial, namun dengan adanya pemberitahuan seperti itu bisa dimanfaatkan seseorang untuk melakukan donor atas dasar mendapatkan imbalan tertentu. Kami tidak ingin itu terjadi, dan menjadi tugas PMI untuk memberikan bantuan," jelasnya.
Untuk diketahui, jumlah pendonor di PMI tiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Pada 2013, jumlah pendonor mencapai 55.000 orang, atau mengalami peningkatan sebesar 6.000 pendonor jika dibandingkan dengan jumlah pendonor di tahun sebelumnya. Ke depannya, PMI DIY menargetkan 70.000 pendonor tiap tahunnya. Alasanya, jumlah tersebut merupakan jumlah ideal untuk wilayah di DIY.
"Ya kami akan terus berusaha, terutama kami akan menyosialisasikan itu pada anak-anak muda. Donor itu gaul, donor itu tidak sakit dan bukan gaya-gayaan tapi donor itu untuk menolong sesama," kata dia lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Meta dikabarkan segera meluncurkan Hatch, platform agen AI konsumen yang dipersiapkan untuk bersaing dengan OpenAI dan Anthropic. Simak fitur dan strateginya.
Timnas Voli Putri Indonesia hadapi Iran di perempat final AVC 2026. Indonesia unggul 3-2 dari 5 pertemuan terakhir. Kemenangan di Juni 2026 jadi modal berharga.
Cara menyimpan video Instagram tanpa aplikasi tambahan bisa dilakukan lewat fitur bawaan maupun browser. Simak langkah mudah dan aman berikut ini.
Biaya perpanjangan izin tinggal di Jepang naik drastis mulai Oktober 2026. Izin tinggal tetap melonjak 1.900% jadi 200.000 yen. Simak daftar lengkapnya.
Belanja Pemkot Jogja dalam APBD Perubahan 2026 naik Rp205,12 miliar menjadi Rp2,11 triliun. Pemkot menyebut fiskal tetap terjaga.