Pembangunan 22 Kios di Terminal Dhaksinarga Habiskan Rp180 Juta

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Senin, 03 Maret 2014 14:37 WIB
Pembangunan 22 Kios di Terminal Dhaksinarga Habiskan Rp180 Juta

Bisnis/Rahmatullah PENUTUPAN TERMINAL Calon penumpang melintas di dekat baliho penolakan penutupan terminal Lebak Bulus di Jakarta, Minggu (05/01). Terminal Lebak Bulus tidak akan lagi melayani Bus AKAP (antarkota antarprovinsi) mulai 7 Januari 2014, tidak akan beroperasi secara penuh karena pembangunan proyek MRT. Pengoperasian Bus AKAP akan direlokasi ke terminal Kampung Rambutan, Kalideres dan Pulogadung.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Gunungkidul segera membangun 22 kios di kawasan Terminal Dhaksinarga di Desa Selang, Kecamatan Wonosari. Pembangunan 22 kios dengan dana Rp180 juta itu akan dimulai April mendatang.

Sekretaris Dishubkominfo Gunungkidul Budi Santoso mengatakan Dishubkominfo sudah survei untuk pembangunan kios. Saat ini Dishubkominfo masih menampung masukan dan saran dari pengelola terminal termasuk paguyuban awak bis malam (Bisma).

Kios yang akan dibangun itu merupakan jatah relokasi pedagang yang dulu berjualan di terminal lama Baleharjo. Adapun, lokasi pembangunannya tidak dikumpulkan menjadi satu.

“Ada beberapa kios bekas penjualan tiket yang akan direhab menjadi kios untuk pedagang karena memang terlalu banyak kios tiket,” kata Budi, Jumat (28/2/2014).

Beberapa pedagang makanan yang saat ini menempati sekitar lokasi kedatangan penumpang terminal juga akan ditempatkan di lokasi khusus untuk kenyamanan para penumpang.

“Kemungkinan untuk pedagang makanan nanti akan menempati kios bawah [selatan terminal],” ucap Budi.

Selain membangun kios, mulai April Dishubkominfo juga akan memperbaiki sarana dan prasarana terminal yang sekarang mengalami kerusakan seperti jebolnya penutup selokan di lokasi pemberhentian bus malam dan kerusakan atap terminal.

“Untuk pemeliharaan sarana dan prasaranan anggarannya Rp60 juta,” tegas Budi.

Mantan Kepala Satpol PP ini mengakui lambatnya perbaikan sarana terminal karena sampai saat ini terminal tipe A itu masih menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Pengurus Perserikatan Unit Kerja (PUK) Terminal Dhaksinarga Budiono mengatakan sejumlah pedagang diakuinya sudah lama menanti pengadaan kios.

Dia berharap pembangunan kios juga memperhatikan lokasi yang strategis agar tidak ada iri antar-pedagang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online