Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Aksi perampokan dengan menggunakan senjata api menyatroni kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Senin (3/3/2014) dini hari.
Dalam aksinya pelaku menyekap dua penjaga malam dan menyikat Rp50 juta di brankas yang ada di ruang keuangan.
Penjaga malam yang disekap bernama Darno dan Wito, keduanya warga Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul. Kedua penjaga malam ini disekap saat sedang tidur seusai menonton pertandingan sepak bola di televisi ruang lobi Disdikpora, sekitar pukul 02.17 WIB.
Saat perampok beraksi Darno tidur di kursi, sementara Wito tidur di bawah dengan alas tikar. Kedua penjaga malam itu sempat ditodong pelaku menggunakan senjata api dan diancam untuk tidak berteriak.
Keduanya kemudian diikat menjadi satu menggunakan tali plastik dan sarung yang mereka kenakan. Mulut Darno dan Wito pun dilakban agar tidak berteriak.
Setelah itu keduanya dimasukan ke kamar mandi belakang kantor. Keduanya baru bisa keluar tiga jam kemudian setelah kondisi Disdikpora sepi. Wito dan Darno bisa melepaskan ikatan menggunakan mulut kemudian berteriak minta tolong kepada warga.
Kepala Disdikpora Sudodo mengatakan, kedua penjaga malam itu kondisinya baik. Tidak terdapat luka atau bekas penganiayaan namun masih terlihat syok.
“Saat disekap kedua penjaga malam memang tengah tertidur,” kata Sudodo di sela-sela olah tempat kejadian perkara (TKP), Senin (3/3/2014).
Menurut Sudodo, ada tiga ruangan yang diacak-acak kawanan perampok itu, yaitu ruang kepala dinas, ruang sekretaris dinas dan ruang bagian keuangan.
Tiga brankas di ruang keuangan yang berisi sekitar Rp50 juta dibobol dan dibawa pelaku. “Kalau di ruang saya hanya acak-acakan saja, semua kertas buyar dan laci-laci terbuka,” ucap Sudodo.
Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Sugiyanto pun mengaku tidak ada barang berharga yang hilang di ruangannya. “Hanya acak-acakan saja,” ucap dia.
Menurut Sugiyanto, uang yang diambil pelaku merupakan uang zakat dan uang rapelan pangkat untuk pegawai maupun guru di Disdikpora.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Puluhan siswa SMP di Yogyakarta mendapat kesempatan belajar teknologi secara langsung bersama mahasiswa dari Indonesia dan Hong Kong
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bantul memprediksi tingkat hunian kamar hotel atau okupansi selama musim libur sekolah 2026 hanya menc
BPS DIY menyebut Sensus Ekonomi 2026 jadi dasar pemetaan ekonomi daerah. Data dijamin rahasia dan digunakan untuk perencanaan.
Pertama di Indonesia, Perlindungan Menyeluruh Hingga 3 Tahun terhadap Risiko Kerusakan dan Kehilangan
Rupiah melemah ke Rp17.859 per dolar AS. Penguatan dolar AS dan kebijakan The Fed jadi faktor utama tekanan mata uang.