Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Harianjogja.com, BANTUL-Kepolisian Bantul memastikan, http://www.harianjogja.com/baca/2014/02/12/koma-5-hari-suporter-paserbumi-akhirnya-meninggal-dunia-488859">suporter klub sepak bola Persiba Bantul, Jupita yang meninggal dunia Februari lalu bukan tewas akibat dianiaya saat pecah bentrok antar sesama pendukung Persiba Paserbumi dengan Curva Nord Famiglia (CNF) 8 Februari lalu di stadion Sultan Agung.
Kepala Polres Bantul AKBP Surawan menyatakan, pengurus Paserbumi itu tidak tewas akibat dianiaya kelompok CNF seperti yang diduga banyak pihak selama ini.
Hasil rekam medis dokter yang memeriksanya sejak dari Puskesmas hingga RS Panti Rapih tidak menemukan adanya tanda-tanda bekas pukulan di seluruh tubuh Jupita. "Ini berdasarkan rekam medis," terang Surawan Senin (3/2/2014).
Namun sayang, Surawan enggan menyebut apa penyebab kematian pria yang juga aktif di PDIP tersebut. Polisi kata dia akan menggelar jumpa pers ihwal penyebab kematian Jupita dengan mengundang dokter yang menanganinya. "Tunggu saatnya nanti akan kami sampaikan," kata Surawan seraya tersenyum.
Polisi, kata dia, juga memeriksa orang-orang yang menolong Jupita saat ia tidak sadarkan diri hingga mengalami koma. Kesaksian tersebut akan menguatkan hasil rekam medis dokter.
Polisi sebelumnya berencana membongkar makam Jupita, untuk memastikan penyebab kematian pria malang itu. Autopsi dianggap pilihan tepat agar tidak ada lagi prasangka antar dua kelompok suporter yang selama ini saling bertikai.
Ihwal jalan damai kedua suporter tersebut, Surawan tidak dapat memastikan. Salah satu kelompok suporter menurutnya masih enggan diajak berdamai.
Di sisi lain polisi kata dia, tetap tidak mengeluarkan izin rekomendasi pertandingan Persiba ke depan sebelum persoalan antar dua suporter itu selesai. "Sampai sekarang kami tidak mengeluarkan izin, kami tidak perlu sampaikan ke Paserbumi cukup ke Panitia Pelaksana pertandingan," tegasnya.
Persiba dijadwalkan kembali berlaga pada 13 Maret mendatang melawan Putra Samarinda Kalimantan Timur dalam laga Indonesia Super League (ISL) 2014.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Kelurahan Giwangan melatih warga mengolah sampah organik dengan biopori jumbo untuk mendukung program Mas Jos Kota Jogja.
Seskab Teddy Indra Wijaya membeli 35 sapi jumbo dari peternak Boyolali untuk kebutuhan kurban Iduladha 1447 Hijriah.
TPS Surabaya menangani ekspor tiga unit locomotive platform PT INKA ke Australia, melengkapi total pengiriman 16 unit.
Dosen UMY mengingatkan mahasiswa soal bahaya paylater yang memicu perilaku konsumtif, utang, hingga stres finansial menurut Islam.
Jonatan Christie langsung fokus ke Indonesia Open 2026 usai tersingkir pada babak pertama Singapore Open dari Prannoy H.S.