CUCU SULTAN : Kraton Belum Bersih dari Abu Kelud, Irdi Belum Dibawa Pulang

Rabu, 05 Maret 2014 10:54 WIB
CUCU SULTAN : Kraton Belum Bersih dari Abu Kelud, Irdi Belum Dibawa Pulang

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Pasangan GKR Bendara dan KPH Yudanegara menunjukkan foto putri pertama mereka saat memberikan keterangan kepada wartawan atas kelahiran putri mereka di RS Sardjito Yogyakarta, Sleman, DI. Yogyakarta, Selasa (04/03/2014). Cucu keempat Sri Sultan Hamengku Buwono X itu diberikan nama RAj. Nisaka Irdina Yudanegara.

Harianjogja.com, JOGJA- Meski sudah diperbolehkan keluar rumah sakit, namun KPH Yudhanegara serta GKR Bendara belum akan membawahttp://www.harianjogja.com/baca/2014/03/05/cucu-sultan-ubay-akan-boyong-istri-dan-anak-ke-jepang-493895" target="_blank"> bayi mereka pulang ke kraton.

Penyebabnya, di Kraton masih belum bersih sepenuhnya dari sisa abu vulkanik Kelud.

Ubay, panggilan akrab KPH Yudhanegara, dan istri menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada pihak RSUP Dr Sardjito, yang menurut mereka telah memberikan pelayanan terbaik.

Sejak hari pertama kelahiran, bayi mungil yang diberi nama Raden Ajeng Nisaka Irdina Yudanegara itu telah diajarkan untuk menyusui (inisiasi ASI).

“Itu untuk menimbulkan kelekatan antara anak dan ibunya,” kata Rukmono, dokter yang membantu proses persalinan.

Rencananya, bayi cantik , yang kata Ubay memiliki banyak kemiripan dengan istri itu akan diberi ASI eksklusif selama kurang lebih enam bulan.

Jeng Reni, panggilan akrab GKR Bendara menjelaskan proses kelahiran Irdi melalui operasi cesar berlangsung selama satu jam. Dia memasuki ruang operasi pukul 08.00 WIB, kemudian si kecil lahir tepat pukul 08.40 WIB. Pukul 09.00 WIB, operasi berakhir.

“Waktu operasinya enggak kerasa sakit, tapi pas disuntik itu loh,” kata Jeng Reni dengan raut wajah ekspresif.

Ia bahkan menceritakan sambil menirukan kembali posisi tubuhnya ketika cairan anastesi disuntikkan ke tulang belakangnya. Anastesi tersebut membuat tubuh Jeng Reni dari pinggang ke atas, tetap dalam kondisi sadar, sedangkan separuh ke bawah terbius lokal.

Selama operasi berlangsung, Ubay berada di samping istrinya, mencoba mengajaknya bercerita yang lucu-lucu dan segala hal yang menyenangkan. “Saya harus berusaha senyaman mungkin di ruang operasi, supaya istri enggak gelisah,” cerita Ubay.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis