Konsumsi Ikan Gunungkidul Tertinggal dari DIY dan Nasional
Angka konsumsi ikan masyarakat Gunungkidul naik menjadi 32,89 kilogram per kapita per tahun pada 2026. Namun capaian tersebut masih di bawah rata-rata DIY dan n
Tugu Selamat Datang Gunungkidul. - ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya lahan sawah seluas sepuluh hektare di Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong akan mendapatkan bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Total bantuan yang diberikan mencapai Rp1 miliar.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Purnomo Sumardamto mengatakan, program mina padi kembali digalakkan di 2026. Hal ini terlihat dari adanya rencana pemberian bantuan kepada kelompok tani di Kapanewon Ponjong dari Kementerian.
“Beberapa tahun tidak ada bantuan, tapi mulai 2026 ada bantuan untuk pengembangan mina padi di masyarakat,” kata Damto, sapaan akrabnya, Selasa (23/6/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima, total ada lahan sawah seluas sepuluh hektare memeroleh bantuan ini. Adapun besaran bantuan sebesar Rp100 juta di setiap hektarenya.
“Kalau ditotal mencapai Rp1 miliar untuk pengembangan mina padi di Ponjong,” katanya.
Ditambahkan dia, bantuan akan diwujudkan dalam bentuk pembuatan kolam dalam, bibit, pakan, mulsa hingga genset. Selain itu, juga ada bantuan pembangunan menara pandang untuk penjagaan hingga paranet sebagai bentuk perlindungan dari serangan hama.
“Untuk titik yang mendapatkan bantuan tersebar di Kalurahan Genjahan,” kata Damto.
Disinggung mengenai sebaran mina padi di Kabupaten Gunungkidul, ia mengakui bahwa potensi tersebar di sejumlah kapanewon. Selain Ponjong, budidaya ini juga dikembangkan di Kalurahan Pulutan, Wonosari.
“Tidak semua lahan bisa untuk program mina padi karena masalah ketersediaan air yang dipergunakan pemeliharaan ikan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, M Johan Prasetyo. Menurut dia, air menjadi faktor utama untuk pengembangan mina padi di masyarakat.
“Airnya harus banyak karena nantinya di sawah tak hanya menanam padi, tapi juga ada pemeliharaan ikan,” katanya.
Johan berpendapat, program ini memiliki nilai ekonomi yang bagus apabila program dapat dijalankan dengan baik. Pasalnya, di satu sisi, petani bisa panen padi sekaligus mendapatkan hasil dari budidaya ikan di sawah.
Meski demikian, ia mengakui bahwa untuk pengembangan banyak tantangan yang harus dihadapi. Selain memastikan ketersediaan air mencukupi, potensi serangan hama juga wajib diwaspadai karena bisa berpengaruh terhadap produktivitas.
“Ada ancaman dari hama regul atau berang-berang yang mengincar ikan-ikan sebagai mangsa sehingga harus diawasi secara intesif,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Angka konsumsi ikan masyarakat Gunungkidul naik menjadi 32,89 kilogram per kapita per tahun pada 2026. Namun capaian tersebut masih di bawah rata-rata DIY dan n
Pemkab Bantul membebaskan BPHTB bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang membeli rumah subsidi pertama. Kebijakan ini membantu meringankan biaya kepemilikan r
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Festival Kethoprak DIY 2026 resmi digelar di Alun-Alun Sewandanan Pura Pakualaman Yogyakarta, Jumat (7/8/2026)
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 8 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Kadin Sleman menilai tantangan UMKM semakin kompleks. Pelaku usaha didorong memperkuat inovasi, digitalisasi, legalitas, dan tata kelola untuk meningkatkan daya