Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Ilustrasi kolam ikan - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL— Kelompok pembudidaya ikan air tawar di Kabupaten Bantul diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau 2026. Perubahan suhu ekstrem antara siang dan malam hari berpotensi memicu gangguan kesehatan ikan hingga menyebabkan kematian massal jika tidak diantisipasi dengan baik.
Petugas Kesehatan Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul, Tri Rahmayanti, menjelaskan bahwa faktor cuaca memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan budidaya ikan. Fluktuasi suhu yang cukup tajam dapat memengaruhi kualitas air, terutama kadar oksigen terlarut yang sangat dibutuhkan ikan untuk bertahan hidup.
“Pada puncak musim kemarau yang biasanya terjadi antara Juni hingga Oktober, kami mengimbau pembudidaya untuk lebih waspada. Perubahan suhu yang cepat sering kali memicu masalah kesehatan pada ikan,” ujar Tri, Sabtu (27/6/2026).
Ia mengungkapkan, dampak kondisi cuaca tersebut sudah mulai dirasakan di sejumlah lokasi budidaya ikan binaan DKP Bantul. Salah satunya terjadi di wilayah Tamantirto, Banguntapan, di mana dilaporkan sekitar 150 ekor ikan gurame mati dalam waktu singkat.
Menurut Tri, kematian ikan tersebut diduga dipicu oleh infeksi bakteri dan parasit yang berkembang akibat penggunaan air irigasi sebagai sumber utama kolam.
“Air irigasi dan sungai cukup berisiko karena kualitasnya tidak selalu terjaga. Apalagi di Bantul, air sungai merupakan aliran dari wilayah Sleman dan Jogja sehingga potensi pencemaran cukup tinggi,” jelasnya.
Kasus serupa juga ditemukan di wilayah Sewon dan Pleret, meskipun dengan jenis ikan yang berbeda. Kondisi ini menunjukkan bahwa musim kemarau tidak hanya memengaruhi satu jenis komoditas, tetapi hampir seluruh sektor budidaya ikan air tawar.
Sebagai langkah pencegahan, pembudidaya disarankan menggunakan air sumur yang relatif lebih bersih dan stabil kualitasnya. Bagi yang masih menggunakan air sungai atau irigasi, Tri menyarankan untuk sementara menghentikan aliran air masuk ke kolam guna mencegah masuknya zat berbahaya.
Sementara itu, Kepala DKP Bantul, Istriyani, menyebutkan bahwa saat ini terdapat 219 kelompok pembudidaya ikan yang dibina di wilayah tersebut, dengan berbagai komoditas seperti nila, lele, mujair, hingga patin.
Ia menegaskan bahwa musim kemarau memang menjadi tantangan tersendiri bagi pembudidaya. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah teknis agar produksi tetap optimal.
“Kami merekomendasikan pembudidaya untuk mengurangi kepadatan tebar ikan agar tidak terjadi persaingan oksigen yang berlebihan di dalam kolam,” ungkapnya.
Selain itu, pemantauan kualitas air harus dilakukan secara rutin, meliputi suhu, tingkat keasaman (pH), serta kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen). Pemberian vitamin tambahan melalui pakan juga dianjurkan untuk meningkatkan daya tahan ikan.
Jika ditemukan ikan yang sakit, pembudidaya diminta menghentikan sementara pemberian pakan pabrikan atau pelet dan menggantinya dengan pakan alami yang lebih mudah dicerna.
“Langkah-langkah ini penting agar risiko kematian ikan bisa ditekan dan hasil panen tetap maksimal meski di tengah kondisi cuaca ekstrem,” pungkas Istriyani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Sebanyak 1.416 Jembatan Garuda telah selesai dibangun hingga Juli 2026 dan menghubungkan 7.371 desa serta kelurahan di Indonesia.
Kemenkes menemukan sekitar 1 juta kasus baru hipertensi dari CKG 2026. Pemeriksaan rutin dinilai penting meski masyarakat merasa sehat.
“Pencapaian 3.212 SPK pada ajang GIIAS 2026 yang melampaui target penjualan kami, serta kesuksesan Mitsubishi New Xforce dalam mencatatkan lebih dari 1.000,"
DPRD Gunungkidul meminta data kemiskinan diperkuat agar bansos dan program pengentasan kemiskinan lebih tepat sasaran.
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.