Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Harianjogja.com, BANTUL- Pemkab Bantul menutup sementara aktivitas Pesantren Darussunah di RT 8 Dusun Nitipuran, Ngestiharjo, Kasihan Bantul.
Kebijakan ini menyusul http://www.harianjogja.com/baca/2014/03/04/polres-bantul-masih-selidiki-perusakan-rumah-warga-nitipuran-493693" target="_blank">aksi perusakkan lima rumah warga serta ancaman pembunuhan yang dilakukan puluhan orang bercadar dan mengenakan jubah Minggu (2/3/2014) lalu. Pelaku diduga adalah santri Pesantren Darusunnah.
Kesepakatan menutup Pesantren yang didirikan oleh mantan Mahasiswa UGM, bernama Munajad itu disampaikan Kepala Polres Bantul AKBP Surawan, setelah menggelar rapat bersama Bupati Bantul Sri Surya Widati, TNI, dan sejumlah tokoh agama di Bantul.
Surawan mengatakan, hasil rapat menyepakati kegiatan pesantren seperti layanan Madrasah setingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan SD dihentikan sementara sampai menunggu masalah perusakkan rumah dan ancaman pembunuhan terhadap warga Nitupuran itu selesai.
“Kemarin [Selasa, 4/2/2014] rapatnya, intinya Bupati sepakat itu dihentikan sementara,” terang Surawan Rabu (5/3/2014).
Bupati Sri Surya Widati sendiri tengah tidak berada di Bantul, Rabu (5/3) siang lantaran tengah melawat ke luar kota.
Bupati, lanjut Surawan memerintahkan Pemerintah Kecamatan, Desa hingga Dusun untuk menjalankan kesepakatan yang tertuang dalam rapat koordinasi tersebut. Karena itu pula, petugas kepolisian kata dia tetap dikerahkan untuk memantau apakah ada aktifitas di Pesantren tersebut.
“Sampai sekarang petugas masih standby di sana untuk menjaga jangan sampai ada gesekan lagi bersama warga,” imbuhnya.
Sementara itu, terkait pelaku perusakan rumah polisi hingga kini belum menangkap satu orang pun pelaku. Meski Surawan mengklaim, penyelidikan masih terus berjalan.
“Sampai sekarang penyelidikan masih jalan tapi kami belum menangkap pelaku, masih kami cari,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Warga Kulon Progo gunakan anyaman daun kelapa sebagai wadah daging kurban untuk kurangi sampah plastik saat Iduladha 1448 H.
AS mengerahkan jet tempur F-22 dan puluhan pesawat pengisi bahan bakar di Israel hingga akhir tahun 2026.
Toyota bidik 300 SPK di IIMS Surabaya 2026 lewat peluncuran mobil hybrid baru dan berbagai program insentif pembelian kendaraan EV.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Kamis 28 Mei 2026 lengkap semua stasiun dengan tarif Rp8.000 dan keberangkatan pagi hingga malam.
Tips sehat konsumsi daging kurban saat Iduladha agar kolesterol tetap aman, mulai dari cara memasak hingga mengatur porsi makan.