Luncurkan Akun Twitter, GKR Hemas Siap Dibully

Kamis, 06 Maret 2014 09:55 WIB
Luncurkan Akun Twitter, GKR Hemas Siap Dibully

Harianjogja.com, JOGJA- Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, Wakil Ketua DPD RI yang kembali mencalonkan diri sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada http://www.harianjogja.com/baca/2014/03/06/gkr-hemas-luncurkan-akun-twitter-494142" target="_blank">tahun ini punya akun twitter @RatuHemas.

Pengalaman tidak menyenangkan di-bully di media sosial siap diterimanya.

“Sudah sering ada yang maki-maki saya. Ada yang cintaaaaaaaa..banget juga ada,” begitu permaisuri Hamengku Buwono X itu menanggapi Trimartono yang akrab disapa Pakdhe Senggol dalam dialog interaktif Peran Sosial Media dalam Tahun Politik di kediamannya di Kraton Kilen, Rabu (5/3/2014).

Pakde Senggol adalah admin dan founder @Jogjaupdate.

Sebagai pembicara, Pakdhe Senggol yang duduk di samping persis GKR Hemas dalam dialog itu mengatakan, twitter memiliki karakter yang berbeda dengan facebook.

Akibatnya, budaya unggah-ungguh di Jogja pun bisa tidak berlaku di twitter. “Twitter lebih bebas, ngomong apa saja lebih bebas, bahkan mem-bully presiden pun bisa,” ulasnya.

Karena itu, ia menyarankan agar GKR Hemas bisa menahan diri dari amarah. “Karakter di twitter itu ada suka yang berdebat, temperamental, tapi juga ada yang manis- manis,” ujar dia menambahkan.

Cacian atau makian itu, lanjut GKR Hemas, adalah sebuah kritik. Hanya tiap orang memiliki cara penyampaian berbeda-beda, apalagi dengan tidak bertatap muka langsung di media sosial.

“Orang yang mau dikritik berarti mempunyai pemikirian lebih luas lagi,” ujar perempuan yang memiliki nama lahir Titiek Drajad Supriastuti itu.

Kendati begitu, ia memiliki harapan, melalui media sosial, budaya sopan santun masyarakat Jogja di kehidupan nyata dapat berlangsung di dunia maya. Atau malah lewat media sosial, menjadi sarana untuk memberikan pemahaman budaya kepada generasi muda.

Selain itu, pendidikan politik juga dapat diberikan. Namun, ia mengakui pendidikan politik pada generasi muda tidaklah muda. Sebab, generasi muda yang paling banyak mengakses media sosial sudah lebih dulu bersikap apriori.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online