Siswa SLB Negeri Pembina Jogja Bagi-bagi Takjil kepada Warga
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian komite SLB Pembina untuk menanamkan nilai berbagi dan empati kepada anak-anak
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pegawai Honorer Kelompok 2 (K2) Gunungkidul yang lolos seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) belum tentu menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gunungkidul masih akan melakukan verifikasi data sebelum penyerahan SK PNS.
Kepala BKD Gunungkidul Sigit Purwanto mengatakan, verifikasi data CPNS K2 yang lolos seleksi akan dilakukan pada 10 Maret mendatang. Verifikasi data untuk memastikan validasi data-data peserta CPNS.
“Yang lolos CPNS kemarin belum ada jaminan 100 persen lulus PNS, ada tahapan lain yang harus dipenuhi,” kata dia di kantornya, Rabu (5/3/2014).
Tahapan tersebut adalah pengecekan ijazah, data pribadi, kinerja selama menjadi honorer serta SK pengangkatan honorer.
Sigit mengaku berhak menganulir CPNS jika ditemukan ada pemalsuan data-data CPNS. “Kalau syarat tidak terpenuhi saat verifikasi nanti otomatis SK PNS tidak keluar,” tegas Sidit.
Dari 163 CPNS Honorer di Gunungkidul, hanya 76 yang lolos seleksi. Sementara 87 lainnya hingga kini masih menunggu kepastian dari Pemerintah Pusat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian komite SLB Pembina untuk menanamkan nilai berbagi dan empati kepada anak-anak
Dinkes Sleman rencanakan Raperda KTR masuk Prolegda 2027, atur ruang publik dan keseimbangan hak perokok serta nonperokok.
Pemerintah bebaskan PPN tiket pesawat ekonomi domestik selama libur sekolah 2026 untuk dorong daya beli dan pertumbuhan ekonomi.
Pemkab Gunungkidul perbaiki 256 RTLH dengan anggaran Rp5,12 miliar. Target rampung akhir September melalui program APBD 2026.
DPRD Semarang klarifikasi isu titip siswa SPMB 2026. Sistem seleksi SMP negeri berbasis kuota dan aturan resmi Disdik.
Presiden Prabowo dijadwalkan hadir di PENAS XVII Gorontalo 24 Juni dengan puluhan ribu peserta serta agenda pertanian dan nelayan nasional.