JNE Dukung Promosi Pariwisata Cilacap
Harianjogja.com, SLEMAN—Puluhan guru dan pegawai tidak tetap (GTT dan PTT) yang tergabung dalam Persatuan Honorer Sekolah Negeri Indonesia (PHSNI) Kabupaten Sleman menuntut diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), mereka juga menolak sistem Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK) yang ditawarkan Pemerintah Pusat.
Hal itu terungkap saat mereka Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sleman, Jumat (7/3/2014).
Pemerintah berencana menerapkan PPPK kepada pada GTT dan PTT yang tidak lolos ujian CPNS K2. Sistem tersebut nantinya berlaku layaknya kontrak yang harus diperpanjang setiap tahun.
Ketua PHSNI Kabupaten Sleman, Eka Mujiyanta, mengatakan PPPK hanya akan menyengsarakan honorer K2. “Kalau jadi seperti itu sama saja putus harapan kami untuk jadi PNS,” kata Eka Mujiyanta, ditemui usai audiensi di ruang aula DPRD Sleman, Jumat.
PHSNI konsisten menuntut pengangkatan tenaga honorer K2 menjadi CPNS, bukan dengan tawaran lain. “Tidak ada kata lain karena kami sudah berjuang bertahun-tahun,” tegas Eka Mujiyanta.
Dia mengaku selama ini telah melayangkan surat permohonan audiensi ke Bupati Sleman dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sleman, tapi tidak juga ada tanggapan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp72.500 per kg, sedangkan telur ayam ras dijual Rp30.300 per kg.
Manajemen PSIM Jogja mengaku ingin kembali ke Stadion Mandala Krida, namun renovasi diperkirakan belum selesai musim depan.
PKS Bantul menggelar Milad ke-24 dengan bazar UMKM, layanan kesehatan gratis, dan santunan bagi masyarakat di Bantul.