Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Harianjogja.com, JOGJA-Perusahaan periklanan di Jogja mendapatkan banyak order pembuatan spanduk dan rontek untuk partai politik pada tahun ini. Namun pesanan itu rupanya tidak berasal dari DIY, melainkan dari luar DIY.
Hal itu seperti dialami Bulan Advertizing Jogja. Salah satu pekerja Bulan Advertizing Jogja, Rahmadi mengatakan tahun ini memang banyak pesanan spanduk dan rontek untuk partai politik dan caleg.
“Kebanyakan malah dari Jawa Tengah, yakni Magelang, Klaten dan Muntilan. Kalau dari Jogja sendiri sangat sedikit. Mungkin karena di sana masih minim orang yang mau menerima pembuatan spanduk,” jelas Rahmadi, baru-baru ini.
Rahmadi menambahkan pesanan spanduk ini cukup banyak, biasanya sekali pesan bisa mencapai 100 unit. Sedangkan rontek bisa mencapai 300 unit.
“Kami menerapkan bayar di depan sampai 50% dan pelunasan saat pengambilan. Ini untuk berjaga-jaga agar setelah jadi barang itu tetap diambil. Sebab pada periode sebelumnya kami banyak membuatkan spanduk namun tidak diambil,” jelas Rahmadi.
Dibandingkan dengan Pemilu 2009, pemesanan spanduk dan rontek ini memang menurun drastis.
“Kalau sekarang mungkin karena aturan main kampanye juga lebih ketat makanya spanduk dan rontek jarang dipesan. Selain itu mungkin karena kami menerapkan bayar 50% dulu membuat mereka berpikir untuk memesan,” jelas Rahmadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.