Kemenkes Tegaskan Nakes Berhak Tolak Layanan Saat Diintimidasi
Kemenkes menegaskan tenaga medis dan nakes berhak menghentikan pelayanan jika mengalami intimidasi, sesuai UU Kesehatan.
Ilustrasi hujan lebat./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih berpotensi diguyur hujan hingga 20 Mei 2026. Kondisi ini dipengaruhi fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang mendukung pembentukan awan hujan di wilayah Jawa.
BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta mencatat fenomena MJO fase 3 yang berada di wilayah Samudera Hindia ikut memengaruhi dinamika atmosfer dan pembentukan cuaca di DIY dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Feriomex Hutagalung, mengatakan hasil analisis atmosfer terbaru menunjukkan aktivitas MJO masih cukup berpengaruh terhadap pembentukan awan hujan di Indonesia, termasuk sebagian Pulau Jawa.
“Hasil analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengidentifikasi MJO, Fase 3 (Indian Ocean), berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di Indonesia, aktif secara spasial termasuk sebagian wilayah Jawa,” kata Feriomex dalam keterangan di Yogyakarta, Minggu.
Menurut dia, kondisi tersebut diperkuat oleh suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudera Hindia selatan Jawa yang masih relatif hangat.
BMKG mencatat suhu permukaan laut berada pada kisaran 28 hingga 29 derajat Celsius sehingga mendukung peningkatan kandungan uap air di atmosfer.
Selain itu, pola angin timuran juga masih mendominasi wilayah Pulau Jawa.
“Dan kelembapan udara pada ketinggian 1 sampai 3 km (paras 850 dan 700 mb) berkisar 40 hingga 90 persen, mulai kering, mengurangi pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah DIY,” katanya.
BMKG kemudian merilis prakiraan cuaca DIY untuk periode 18-20 Mei 2026.
Pada 18 Mei 2026, hujan ringan diperkirakan terjadi di wilayah Sleman bagian utara dan Kulonprogo bagian utara. Sementara tinggi gelombang laut diprakirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter atau masuk kategori sedang.
Selanjutnya pada 19 Mei 2026, potensi hujan ringan diprediksi meluas ke wilayah Sleman utara, Bantul utara, Kota Jogja, dan Kulonprogo bagian utara.
Adapun pada 20 Mei 2026, BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Sleman utara, Kulonprogo utara, dan Gunungkidul bagian utara.
Tinggi gelombang laut pada periode tersebut diperkirakan tetap berada di kisaran 1,25 sampai 2,5 meter.
“BMKG mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba tiba dalam durasi singkat,” katanya.
BMKG juga meminta masyarakat rutin memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi guna mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer yang dapat berlangsung cepat.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi cuaca lebih detail, BMKG menyediakan layanan pembaruan cuaca melalui laman resmi mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenkes menegaskan tenaga medis dan nakes berhak menghentikan pelayanan jika mengalami intimidasi, sesuai UU Kesehatan.
Prancis siapkan 30.000 AC untuk rumah sakit hadapi gelombang panas susulan. Layanan darurat masih kewalahan.
Argentina vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan analisis kekuatan kedua tim.
Lurah Garongan nonaktif Ngadiman ditahan Polres Kulonprogo terkait dugaan pungli. Penyidik kejar pelimpahan berkas ke kejaksaan.
Gelombang panas ekstrem di Prancis tewaskan 2.025 orang. Suhu tinggi melanda Eropa dan picu lonjakan angka kematian.
PMI Sleman berhasil menghimpun Rp1,3 miliar dari Bulan Dana 2026 untuk layanan kesehatan dan kemanusiaan.