PKB DIY Gelar Safari Kemerdekaan, Salurkan Sembako di Bantul

Newswire
Newswire Senin, 17 Agustus 2026 15:37 WIB
PKB DIY Gelar Safari Kemerdekaan, Salurkan Sembako di Bantul

PKB DIY menggelar safari kemerdekaan dengan menyalurkan sembako kepada masyarakat Bantul dalam rangka HUT ke-81 RI. /Istimewa.

Harianjogja.com, BANTUL— Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar safari kemerdekaan dengan menyalurkan sembako kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Bantul, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dikemas melalui aksi sosial kepada masyarakat.

Mengusung tema “PKB Mengabdi Menjaga NKRI”, kegiatan tersebut sekaligus menjadi tasyakuran kemerdekaan dan bentuk syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah dirasakan masyarakat Indonesia.

Penyaluran sembako dilakukan di Padukuhan Pokoh, Palbapang; Padukuhan Dagen, Timbulharjo; serta Padukuhan Jipang dan Kalirandu, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPW PKB DIY Umaruddin Masdar, S.Ag., Sekretaris DPW PKB DIY Aslikh Rina Ulyaddin, S.Psi., beserta jajaran pengurus DPW PKB DIY.

PKB DIY Ajak Warga Merawat Kemerdekaan

Ketua DPW PKB DIY, Umaruddin Masdar, mengatakan peringatan kemerdekaan seharusnya menjadi momentum bagi masyarakat untuk mensyukuri sekaligus merawat kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu bangsa.

"Kemerdekaan harus kita jaga dan kita rawat. Apapun profesi kita, mari kita bersama-sama menjaga dan merawat bangsa dan negara yang telah merdeka ini," ujar Umaruddin.

Menurut Umaruddin, kemerdekaan yang dirasakan masyarakat saat ini memang belum sepenuhnya sempurna. Namun, kehidupan Indonesia yang berlangsung aman dan damai merupakan nikmat besar yang patut disyukuri.

Masyarakat masih dapat menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, beribadah, hingga menyekolahkan anak-anak dalam suasana yang relatif aman.

"Kondisi kemerdekaan kita mungkin belum sempurna, tetapi sebagai warga negara kita wajib mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT, yaitu nikmat kemerdekaan dan keamanan," katanya.

Umaruddin kemudian mengutip kaidah fikih, "la yajuzu tarkul muhaqqoq bil mauhum", yang menurutnya mengajarkan agar sesuatu yang nyata tidak ditinggalkan hanya karena mengejar sesuatu yang masih bersifat dugaan.

Menjaga NKRI Bisa Dimulai dari Hal Sederhana

Umaruddin mengakui masih terdapat kondisi di Indonesia yang belum sepenuhnya baik dan sempurna. Namun, menurutnya, masyarakat juga perlu melihat kenyataan bahwa kehidupan sehari-hari masih berlangsung dalam keadaan aman dan damai.

"Kondisi negara mungkin belum semuanya baik dan belum sempurna. Tetapi kita harus melihat bahwa kita hidup dalam keadaan yang aman dan damai."

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan sejumlah negara yang saat ini tengah mengalami peperangan. Menurutnya, masyarakat Indonesia masih memiliki kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga, menyekolahkan anak, bekerja di sawah, ladang, maupun kantor.

"Dibandingkan dengan negara-negara yang saat ini sedang mengalami peperangan, kita jauh lebih aman. Kita bisa berkumpul dengan keluarga di rumah, anak-anak kita bisa bersekolah, kita bisa bekerja di sawah, di ladang maupun di kantor. Semua itu adalah nikmat kehidupan yang aman dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia," jelasnya.

Karena itu, Umaruddin menilai menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah ataupun aparat negara. Setiap warga negara memiliki kewajiban menjaga NKRI sesuai peran dan profesinya masing-masing.

"Menjaga Indonesia tidak harus selalu dengan mengangkat senjata. Kita bisa menjaga bangsa ini dengan bekerja dengan baik, menjaga kerukunan, membantu sesama, menjaga lingkungan, menaati aturan, dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Inilah bagian dari cara kita mengisi kemerdekaan," tegasnya.

Safari Kemerdekaan PKB DIY

Melalui safari kemerdekaan tersebut, DPW PKB DIY ingin menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Penyaluran sembako kepada masyarakat di sejumlah wilayah Bantul menjadi bagian dari upaya mewujudkan kepedulian dan kebermanfaatan secara langsung. Kegiatan tersebut sekaligus membawa pesan bahwa pengisian kemerdekaan dapat dilakukan melalui tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online