Kronologi Kebakaran Trans Home Jalan Jogja Solo, Api Muncul dari Belakang

Newswire
Newswire Kamis, 01 Oktober 2026 21:07 WIB
Kronologi Kebakaran Trans Home Jalan Jogja Solo, Api Muncul dari Belakang

Kebakaran Trans Home Sleman terjadi Kamis siang. Api muncul dari bagian belakang dan cepat merembet hingga melahap area toko. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA— Kebakaran hebat melanda toko bahan bangunan sekaligus toko modern Trans Home di Jalan Solo Km 11, Kalitirto, Kalasan/Berbah, Kabupaten Sleman, Kamis (1/10/2026) siang. Api yang pertama kali terlihat dari bagian belakang bangunan dengan cepat merembet hingga membakar sebagian besar area toko.

Peristiwa yang terjadi di jalur utama penghubung Jogja dan Jawa Tengah tersebut sempat memicu kepanikan warga dan pengguna jalan. Kepulan asap hitam tebal terlihat membubung tinggi sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Berdasarkan keterangan warga, titik api mulai terlihat sekitar pukul 13.00 hingga 13.30 WIB. Sejumlah saksi juga mengaku sempat mendengar suara ledakan dari arah belakang kompleks Trans Home sebelum kepulan asap semakin membesar.

Salah satu warga yang mengaku bernama Wiji mengatakan api dan asap pertama kali terlihat dari bagian belakang gedung supermarket sekitar pukul 13.00 WIB dalam jumlah relatif sedikit.

"Itu sekitar jam 13.10-an apinya masih sedikit," katanya saat ditemui di lokasi kejadian di Jalan Jogja-Solo Kilometer 11, Kalurahan Kalitirto, Sleman, Kamis (1/10/2026).

Api Merembet ke Bagian Depan

Memasuki sekitar pukul 13.30 hingga 14.30 WIB, kobaran api semakin besar dan merambat dengan cepat ke sebagian besar area supermarket. Material yang mudah terbakar seperti kayu, bahan plastik, cat, hingga perangkat elektronik membuat api semakin sulit dikendalikan.

Kondisi angin yang cukup kencang saat kejadian turut membuat api cepat menjalar dari bagian belakang menuju bangunan depan. "Dari belakang itu langsung menjalar sampai sini [gedung depan]," kata Wiji.

Melihat asap dan api semakin membesar, Wiji bersama warga sekitar kemudian menghubungi unit pemadam kebakaran. Warga mengaku tidak banyak yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan barang-barang di dalam toko karena api membakar dengan cepat. "Kita tidak bisa bergerak apa-apa," ujarnya.

Wiji mengatakan dirinya tidak mengetahui titik pasti awal munculnya api. Namun, ia melihat bagian dalam toko yang berisi peralatan bangunan dan berbagai barang elektronik ikut terbakar. "Yang terbakar yang ada di dalam ini semua terbakar, tidak ada kesempatan menyelamatkan [barang]," ujarnya.

Sejumlah Motor Ikut Terbakar

Selain bagian bangunan dan barang dagangan, sejumlah sepeda motor juga terlihat hangus terbakar di area parkir karyawan di bagian belakang supermarket.

Wiji mengatakan warga sempat membantu menyelamatkan kendaraan yang masih memungkinkan untuk dikeluarkan dari area tersebut. "Beberapa kita bantu menyelamatkan motor-motor yang ada di tempat sini sama mobil kita dorong keluar," katanya.

Penanganan intensif berlangsung sekitar pukul 14.30 hingga 16.00 WIB. Armada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sleman bersama unit bantuan gabungan dan aparat kepolisian dikerahkan untuk mengisolasi dan memadamkan kobaran api.

Banyaknya kendaraan dan aktivitas pemadaman di lokasi juga berdampak terhadap arus lalu lintas di Jalan Jogja–Solo. Kepolisian Lalu Lintas kemudian memberlakukan rekayasa arus kendaraan untuk mengurai kemacetan yang sempat mengular sekaligus memberikan ruang bagi armada pemadam.

Petugas Lakukan Pendinginan

Setelah api utama berhasil dikendalikan, proses penanganan memasuki tahap pendinginan (cooling down) mulai sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas melakukan penyisiran untuk memastikan tidak terdapat bara api yang masih tersembunyi di bawah reruntuhan material bangunan.

Di lokasi terlihat sejumlah armada pemadam kebakaran dari Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, UGM, TNI AU, armada Water Canon dari Brimob Polda DIY, serta armada tangki air dari PMI melakukan upaya pemadaman.

Sejumlah ambulans dan relawan juga terlihat berada di sekitar lokasi kejadian untuk mendukung proses penanganan.

"Kalau jumlah kakaryawq cukup banyak, namun ada tidaknya yang terluka belum tahu. Infonya beberapa pegawai harus mendapatkan bantuan oksigen. Ada banyak ambulans dan relawan," kata warga sekitar.

Hingga proses penanganan berlangsung, kobaran api berangsur mengecil dibandingkan kondisi pada awal kejadian. Dalam musibah kebakaran tersebut dilaporkan tidak ada korban jiwa.

Sementara itu, penyebab pasti munculnya titik api awal dan perkiraan total kerugian material masih dalam penanganan serta penyelidikan pihak berwajib.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online