BANDARA KULONPROGO : Warga Enggan Jual Tanah ke Spekulan

Rabu, 12 Maret 2014 14:00 WIB
BANDARA KULONPROGO : Warga Enggan Jual Tanah ke Spekulan

JIBI/Solopos/Burhan Aris Nugraha Pesawat Kalstar berjalan di landasan pacu bersiap melakukan take off di Bandara Adi Sumarmo, Ngemplak, Boyolali, Senin (24/2). Bandara Adi Sumarmo pada Senin (24/2) pagi ditutup selama 2 jam akibat kabut tebal disekitar bandara.

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sejumlah warga Desa Jangkaran dan Sindutan, Kecamatan Temon, Kulonprogo dengan tegas menolak tawaran harga menggiurkan yang disodorkan para spekulan tanah yang berhasrat membeli lahan mereka.

Selepas turunnya Izin Penetapan Lokasi (IPL) Bandara di Temon, November lalu ternyata spekulan tanah langsung bergerilya di wilayah setempat.

Warga menolak dengan pertimbangan bisa mendapatkan nilai jual tanah dengan harga yang lebih tinggi ketika mereka menjualnya selepas bandara beroperasi kelak. Akhirnya, spekulan tanah cuma bisa gigit jari.

"Mending kami bersabar dulu hingga bandara beroperasi. Dengan begitu kami akan mendapatkan tawaran harga jauh lebih mahal dari sekarang," ujar Suroto, 45, salah satu warga Desa Jangkaran, Temon, Senin (10/3/2014) sore.

Sugondo, 50, warga Desa Sindutan juga menyatakan enggan menjual tanahnya meski beberapa kali mendapatkan tawaran menggiurkan. Dia memilih bersabar menahan lahan miliknya sampai beberapa tahun ke depan sehingga bisa mendulang lebih banyak keuntungan.

Sekretaris Desa Jangkaran, Bambang Edi Darso Pranoto mengakui banyaknya calon pembeli yang ingin memiliki tanah di wilayahnya. Hanya saja sama seperti yang diungkapkan warganya, hingga saat ini tidak ada satu pun kegiatan transaksi tanah terjadi.

"Peminatnya banyak, tapi kalau warga sepertinya enggak ada yang berminat menjual," paparnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online