Kapolri Minta Polisi Kurus Rajin Olahraga

Sunartono
Sunartono Jum'at, 14 Maret 2014 10:26 WIB
Kapolri Minta Polisi Kurus Rajin Olahraga

Harianjogja.com, SLEMAN-Kepala Polri (Kapolri) Jenderal Sutarman kali pertama mengunjungi Mapolda DIY, sejak dilantik sebagai Kapolri pada 25 Oktober tahun lalu.

Sekitar pukul 10.15 WIB, Kapolri Jenderal Sutarman tiba di Mapolda DIY. Kedatangan orang nomor satu di institusi Polri itu bertujuan untuk memberikan pengarahananggotanya di Polda DIY pengamanan Pemilu 2014.

Tidak kurang dari 90 menit acara tertutup itu berlangsung dengan arahan Sutarman. Setelah selesai, pria kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah ini langsung menemui awak media dengan terlebih dulu mengulur tangan kanannya untuk berjabat tangan.

Dengan bahasanya diplomatis, Sutarman tidak memungkiri kemungkinan munculnya aksi terorisme saat Pemilu. Bahkan potensi itu sudah nyata terjadi di seperti di Aceh belum lama ini yang diakibatkan dari keberpihakan partai.

Ia tentu tidak ingin kecolongan, apalagi di DIY yang terkenal sebagai daerah yang damai dengan kemajemukan.

Aksi terorisme saat Pemilu berlangsung itu bisa terjadi dalam bentuk apapun. Bisa penembakan atau pelemparan terhadap suatu markas dan sejenisnya.

Pria yang pernah menjadi ajudan Presiden Abdurrahman Wahid ini meminta kepada anggotanya di DIY untuk mencermati potensi munculnya kerawanan yang memungkinkan terjadi di kampung-kampung.

"Pilihlah orang terbaik bagi bangsa dan negara," tegas Kapolri di Mapolda DIY, Kamis (13/3/2014).

Setelah memberikan pengarahan, Sutarman kemudian mengecek peralatan pengamanan dan personel Pemilu. Ia berusaha dekat dengan anggotanya yang paling bawah sekalipun.

Sutarman melihat kesiapan transportasi mulai dari kendaraan rantis baja, Jibom, water canon serta rescue.

Salah satu yang sempat diajak berkomunikasi serius diwarnai dengan candaan yakni Bripka Nanang dari Ditsabhara Polda DIY, personel dari transportasi rescue. Melihat Nanang yang sedikit kurus, Kapolri meminta agar anggota yang kurus harus rajin berolahraga.

"Olahraga yang rajin ya," ujar Kapolri sembari tersenyum kepada Bripka Nanang dan satu anggota lainnya.

Pria yang tiga kali menggantikan Jabatan Seniornya, Jenderal Timur Pradopo ini juga berpesan pada anggota Brimob dalam menghadapi mobilisasi massa. "Kalau dalam keadaan terpaksa, dan itu mengancam, harus dilawan," ucapnya di hadapan anggota Brimob yang ber senjata laras panjang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online