BANDARA KULONPROGO : Tolak Spekulan, Warga Tetap Pertahankan Tanah

Jum'at, 14 Maret 2014 15:55 WIB
BANDARA KULONPROGO : Tolak Spekulan, Warga Tetap Pertahankan Tanah

JIBI/Solopos/Burhan Aris Nugraha Pesawat Kalstar berjalan di landasan pacu bersiap melakukan take off di Bandara Adi Sumarmo, Ngemplak, Boyolali, Senin (24/2). Bandara Adi Sumarmo pada Senin (24/2) pagi ditutup selama 2 jam akibat kabut tebal disekitar bandara.

Harianjogja.com, KULONPROGO—Warga Desa Jangkaran dan Sindutan, Kecamatan Temon dengan tegas menolak tawaran harga menggiurkan yang disodorkan para spekulan tanah yang berhasrat membeli lahan mereka.

Warga menolak dengan pertimbangan dapat mendapatkan nilai jual tanah dengan harga yang lebih tinggi ketika mereka menjualnya selepas bandara beroperasi kelak.

"Mending kami bersabar dulu hingga bandara sudah beroperasi. Dengan begitu kami akan mendapatkan tawaran harga yang jauh lebih mahal dari sekarang," ujar Suroto, 45, salah satu warga Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Senin (10/3/2014) sore.

Dia meyakini harga tanah di wilayahnya akan terus melambung seiring berjalannnya pembangunan Bandara Internasional Nyi Ageng Serang.

Puncaknya, menurut dia, jelas ketika bandara sudah beroperasi dimana banyak pihak ingin memanfaatkan lahan untuk membuka beragam tempat usaha.

Sekretaris Desa Jangkaran, Bambang Edi Darso Pranoto mengakui banyaknya calon pembeli yang ingin memiliki tanah di wilayahnya. Hanya, saja sama seperti yang diungkapkan warganya, hingga saat ini tidak ada satu pun kegiatan transaksi tanah yang sudah deal.

"Peminatnya banyak, tapi kalau warga sepertinya enggak ada yang berminat menjual," paparnya saat dikonfirmasi, Selasa (11/3/2014).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online