Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
Harian Jogja/Gigih M. Hanafi Gunung Merapi mengeluarkan asap sulfatara terlihat dari Desa Maguwoharjo, Sleman, Selasa (7/1). Asap sulfatara terus berembus seiring datangnya hujan di puncak gunung.
Harianjogja.com, SLEMAN- Terkait aktivitas Merapi, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) DIY menyatakan belum ada yang perlu dikhawatirkan.
“Setelah terjadi embusan beberapa waktu lalu, aktivitas Merapi flat saja. Tidak ada alasan bagi kita untuk menaikkan status,” ungkap Kepala BPPTK DIY, Subandriyo, saat ditemui seusai kegiatan komunikasi sosial dengan komponen masyarakat dalam rangka kesiapsiagaan bencana alam dan kesiapan menghadapi Pemilu 2014 di Kodim 0734/Sleman, Kamis (13/3/2014)
Menurut Subandriyo, setiap komponen dalam penanganan bencana, khususnya Merapi perlu menyatukan persepsi terkait tindakan menaikkan status aktivitas gunung.
Dia menegaskan bahwa menginterpretasi aktivitas Merapi bukanlah hal sepele. “Kita harus menyatukan persepsi bahwa interpretasi itu tidak mudah. Dalam menghadapi gejala Merapi, sesekali waktu kita butuh kumpul dan bertukar info,” katanya.
Dikatakan Subandriyo, banyaknya gunung yang aktif saat ini bukan sesuatu yang aneh.
“Kemungkinan akan seperti 1800-an karena Indonesia sudah tidak pernah ada letusan besar lagi,” paparnya.
Kendati belum ada gejala yang berarti, kemungkinan risiko itu tetap ada. “Awan panas masih selalu menjadi ancaman serius pada letusan gunung api,” imbuhnya.
Terkait persiapan menghadapi bencana alam, BPBD Sleman akan membentuk unit pelaksana penanganan bencana, baik di tingkat kecamatan maupun desa.
“Kami siapkan 35 titik pengungsian. Selain itu sister village akan tetap berjalan meski tidak ada bencana,” ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Julisetiono Dwi Wasito.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Libur panjang Mei 2026 membawa 35 ribu wisatawan ke Bantul dengan PAD wisata mencapai Rp506 juta, didominasi Pantai Parangtritis.
Tiket konser The Weeknd di Jakarta pada September 2026 resmi sold out dalam kurang dari tiga jam usai diserbu puluhan ribu penggemar.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
KPAI menerima 426 kasus anak sepanjang Januari-April 2026 dengan dominasi kekerasan fisik, psikis, dan kejahatan seksual.
Kali ini, Astra Motor Yogyakarta hadir dalam kompetisi basket, "Basket in the Mall", yang diselenggarakan di atrium Jogja City Mall (JCM) (14-17/5).