Balita Julian Tewas di Kandang Ayam karena Tenggelam, Bukan Dianiaya

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Sabtu, 15 Maret 2014 12:24 WIB
Balita Julian Tewas di Kandang Ayam karena Tenggelam, Bukan Dianiaya

Harianjogja.com, BANTUL-Kepolisian Sektor Pandak Bantul memastikan, penyebab kematian Julian Bisma Kurniawan, 2,8 yang http://www.harianjogja.com/baca/2014/03/14/diduga-diculik-balita-di-bantul-ditemukan-tewas-496065" target="_blank">ditemukan tewas di dekat kandang ayam di Dusun Gedongsari, Pajangan Bantul Kamis (13/3) sore bukan karena dianiaya.

Kepala Polsek Pandak AKP Paimun kepada Harian Jogja menyatakan, balita malang itu tewas karena tenggelam di selokan air dekat lokasi terakhir ia bermain. Tubuh putra pasangan Tutik Wiarti, 37 dan Mujari, 41, itu ditemukan oleh seseorang bernama Jiyo yang dikenal warga terganggu kondisi kejiwaannya.

Jiyo yang mengangkat tubuh Julian ke daratan dan meletakkannya ke kandang ayam milik Tutik Wahyu. Di kandang ayam itu Julian tergeletak dalam posisi terlentang dengan busa keluar dari hidungnya. Pakaian yang basah kuyup masih menempel di tubuhnya.

Jiyo, kata Paimun, tidak memberi tahu warga telah menemukan Julian. Warga sendiri yang menemukan jasad Julian telah tidak bernyawa berjarak sekitar 600 meter dari rumah korban.

“Kebetulan di dekat kandang ayam ada selokan air tempat dia hanyut, enggak sampai tiga meter dari kandang,” terang Paimun, Jumat (14/3/2014).

Hasil autopsi dari dokter, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Hanya luka lecet di bagian luar yang diduga akibat benturan saat tubuh balita itu terseret arus air selokan.

Sementara busa yang keluar dari hidung Julian diyakini karena paru-parunya kemasukkan air saat tenggelam.

Sedangkan Jiyo, lanjutnya, sudah dimintai keterangan ihwal penemuan balita tersebut. Namun karena kondisi kejiwaan Jiyo bermasalah, polisi tidak banyak menggali keterangan. Lelaki itu hanya mengakui dialah yang mengangkat tubuh Julian ke daratan.

“Dia itu dulu pegawai di Depag [Departemen Agama, kini Kementerian Agama], tapi karena gila jadi dipensiunkan dini. Dia memang sering berkeliaran di situ,” ujarnya.

Dari berbagai fakta tersebut, polisi, lanjut Paimun, berkeyakinan tidak ada tindak kriminal yang menyebabkan kematian Julian seperti yang selama ini diduga warga. Julian sebelumnya hilang pada Kamis (13/3/2014) sekitar pukul 10.00 WIB saat tengah bermain bersama kakeknya Hadi Sudarmo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online