Harga Naik, Penjualan Kurban di Bantul Tak Merata
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Foto ilustrasi penangkapan. - Dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI
Harianjogja.com, BANTUL—Jajaran Polsek Bambanglipuro berhasil mengungkap kasus penipuan bermodus meminjam pompa air milik kelompok tani di wilayah Bantul. Pelaku yang mengaku sebagai bagian dari kelompok tani ternyata menjual alat pertanian tersebut ke pengepul barang bekas setelah berhasil mendapatkan kepercayaan korban.
Dalam pengembangan kasus, polisi menemukan fakta bahwa pelaku telah menjalankan aksi serupa di puluhan lokasi berbeda. Sasaran utamanya adalah kelompok tani yang memiliki peralatan pertanian seperti pompa air dan diesel.
Kapolsek Bambanglipuro AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan pelaku berinisial DT, 51, warga Godean, Sleman. Pelaku menggunakan modus berpura-pura menjadi anggota maupun pengurus kelompok tani untuk mempermudah aksinya.
“Modus yang digunakan, terduga pelaku mengatasnamakan kelompok petani meminjam pompa air ke kelompok tani lainnya, tetapi tidak dikembalikan dan langsung dijual ke tukang rongsok,” kata Jeffry, Kamis (28/5/2026).
Kasus terakhir terjadi di wilayah Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, Bantul. Saat mendatangi korban, pelaku mengaku sebagai ketua RT dari wilayah Candi, Pundong.
Dengan alasan hendak menguras kolam lele, pelaku berhasil meminjam pompa air milik kelompok tani setempat. Namun setelah alat dibawa pergi, pelaku tidak pernah kembali maupun mengembalikan pompa air tersebut kepada pemiliknya.
Mendapat laporan dari korban, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi serta menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan petunjuk kendaraan yang digunakan pelaku hingga akhirnya mengarah ke wilayah Godean, Kabupaten Sleman.
“Setelah dilakukan pendalaman, pelaku berhasil kami amankan di rumahnya,” ujarnya.
Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku telah melakukan aksi penipuan serupa di 21 tempat kejadian perkara (TKP). Pelaku memanfaatkan hubungan sosial antarkelompok tani untuk membangun kepercayaan sebelum membawa kabur alat pertanian milik korban.
Setelah berhasil menguasai barang, pompa air maupun alat pertanian lainnya langsung dijual ke pengepul barang bekas dengan harga murah.
“Barang hasil kejahatan dijual ke tukang rongsok dekat rumahnya,” katanya.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sepeda motor warna hitam, pakaian yang digunakan saat beraksi, helm, serta sepasang sepatu boots warna kuning.
Kapolsek Bambanglipuro mengimbau masyarakat, khususnya kelompok tani, agar lebih berhati-hati saat meminjamkan alat pertanian kepada orang yang belum dikenal. Menurutnya, pengecekan identitas dan koordinasi antarpengurus kelompok tani penting dilakukan guna mencegah kasus serupa terulang kembali.
“Dari kejadian ini, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak langsung percaya terutama kepada orang yang tidak dikenal. Bisa dicek atau ditanyakan kepada sesama pengurus kelompok tani untuk memastikan kebenarannya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Cara cek SLIK OJK lewat iDebku online untuk melihat riwayat kredit dan status pinjaman secara gratis dan resmi.
Veda Ega Pratama memimpin klasemen rookie Moto3 2026 dengan 58 poin, tapi Brian Uriarte mulai mengintai. Saksikan duel sengit di Mugello akhir pekan ini
Libur Iduladha tingkatkan kunjungan wisata di Bantul, Pantai Parangtritis jadi destinasi paling ramai wisatawan.
Piala Dunia 2026 jadi turnamen termahal sepanjang sejarah. AS gelontorkan Rp196,5 triliun, target PDB naik US$17,2 miliar. Simak analisis untung-rugi ekonomi
Konser BTS di Busan picu lonjakan harga hotel hingga 7 kali lipat dan keluhan ARMY soal getok harga penginapan.