Indahnya Toleransi, Warga Katolik Amankan Salat Iduladha di DIY

Sunartono
Sunartono Kamis, 28 Mei 2026 13:22 WIB
Indahnya Toleransi, Warga Katolik Amankan Salat Iduladha di DIY

Relawan Katolik membantu pengamanan Salat Iduladha 1447 H di Bantul, Sleman, dan Kulonprogo sebagai simbol toleransi lintas iman di DIY. /Istimewa.

Harianjogja.com, BANTUL—Suasana hangat penuh toleransi kembali terlihat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026). Sejumlah relawan Katolik turun langsung membantu pengamanan ibadah umat Muslim di Bantul, Sleman, hingga Kulonprogo sebagai wujud nyata persaudaraan lintas iman.

Kehadiran para relawan tersebut menarik perhatian masyarakat karena dilakukan di tengah ribuan jamaah yang memadati lapangan dan masjid untuk melaksanakan Salat Id. Mereka membantu mengatur lalu lintas, menjaga area parkir, hingga memastikan situasi ibadah berlangsung aman dan nyaman.

Aksi sosial itu digerakkan oleh Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) bersama Relawan Katolik Paroki Santa Theresia Sedayu. Pengamanan difokuskan di sejumlah titik strategis di wilayah Bantul dan Sleman yang menjadi pusat pelaksanaan Salat Iduladha serta penyembelihan hewan kurban.

Di Kabupaten Bantul, relawan diterjunkan di wilayah Kapanewon Sedayu yang mencakup Kalurahan Argodadi, Argorejo, Argosari, dan Argomulyo. Sementara di Kabupaten Sleman, pengamanan dilakukan di Kapanewon Moyudan, tepatnya di Kalurahan Sumbersari dan Sumberagung.

Para relawan bahu-membahu bersama aparat keamanan dan masyarakat setempat demi menjaga kelancaran jalannya ibadah. Mereka membantu mengurai kepadatan kendaraan, menata kantong parkir, sekaligus berjaga di sekitar lokasi ibadah untuk menciptakan suasana kondusif bagi jamaah Salat Id.

FMKI DIY Sebut Toleransi Harus Dijaga Bersama

Ketua FMKI DIY, Mathias Yuswo, mengatakan penempatan relawan dilakukan di sejumlah pusat keramaian yang menjadi lokasi utama Salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban.

“Relawan turut membantu pengamanan di Masjid Solikhin Klangon Argosari Sedayu Bantul, Lapangan Argorejo Sedayu Bantul, Lapangan Argomulyo Sedayu Bantul, lokasi kurban Argomulyo Sedayu Bantul, serta Lapangan Menulis dan Lapangan Sumberagung di Moyudan Sleman,” ujarnya.

Kehadiran relawan non-Muslim dalam pengamanan Salat Id tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan jamaah. Banyak warga mengapresiasi aksi kemanusiaan itu karena dinilai memperlihatkan kuatnya budaya toleransi dan gotong royong di Yogyakarta.

Aksi Serupa Juga Dilakukan di Kulonprogo

Gerakan menjaga kerukunan antarumat beragama itu juga berlangsung di wilayah Kulonprogo. FMKI Wates bersama unsur Pemuda Katolik, Wanita Katolik RI (WKRI), dan jemaat Katolik setempat ikut terlibat dalam pengamanan Salat Id di sejumlah titik di pusat Kota Wates.

Pengamanan dilakukan di kawasan Alun-alun Wates dan beberapa lapangan utama yang dipadati ribuan jamaah. Para relawan membantu menciptakan situasi tertib agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar.

Koordinator kegiatan FMKI Wates Kulonprogo sekaligus Wakil Ketua FMKI Kulonprogo, Stefanus Sudarsono, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk komitmen untuk terus menjaga harmoni sosial dan memperkuat persaudaraan antarumat beragama di masyarakat.

“Kami ingin hadir dan terlibat langsung dalam menjaga suasana damai dan kebersamaan di masyarakat. Ini adalah bentuk nyata persaudaraan lintas iman,” katanya.

Melalui aksi gotong royong tersebut, masyarakat DIY kembali menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk saling membantu. Semangat toleransi yang tumbuh di tengah masyarakat Yogyakarta dinilai menjadi modal penting dalam menjaga kerukunan dan persatuan di tengah keberagaman.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online