Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Ilustrasi KTP penghayat kepercayaan./Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO--Data Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kulonprogo menyebut hanya ada 15 warganya yang mencantumkan penghayat kepercayaan di kolom KTP. Padahal layanan Disdukcapil sudah memfasilitasi dan menjamin hak-hak penghayat kepercayaan di Bumi Binangun.
Jaminan fasilitas itu berlaku secara seluruhnya seperti penganut agama lainnya, dari layanan KTP, kartu keluarga, hingga pencatatan pernikahan semua dipastikan terlayani oleh Disdukcapil Kulonprogo. Sayangnya hal tersebut belum maksimal digunakan oleh warga penghayat.
Kepala Disdukcapil Kulonprogo, Aspiyah menjelaskan pada Rabu (2/10/2024) bahwa sepanjang ia berdinas di Kulonprogo sejak 2019 silam bahkan belum menemukan permohonan pencatatan pernikahan oleh warga penghayat. Ia menduga selain belum dimaksimalkan layananya terdapat sejumlah tantangan salah satunya petugas pernikahan penghayat yang mesti bersertifikat Kementerian Dalam Negeri belum ada di Bumi Binangun.
Selain itu Aspiyah menyebut terdapat resistensi warga penghayat dalam pencatatan kepercayaannya dalam dokumen kependudukan. "Mungkin karena takut atau apa jika diubah dokumennya akan berdampak ke kehidupan sosial, sehingga layanan yang ada belum maksimal," terangnya.
Sebanyak 15 warga Kulonprogo yang mencantumkan penghayat kepercayaan sebagai identitasnya itu, jelas Aspiyah tersebar hanya di enam kapanewon. Diantaranya Kapanewon Temon ada satu orang, Wates terdapat empat warga, Panjatan hanya satu orang, Sentolo juga satu warga, kemudian Girimulyo hanya satu, lalu Samigaluh terdapat enam orang, dan Kalibawang satu orang.
Dari 15 warga itu, sambung Aspiyah, 11 orang tergolong laki-laki dan empat adalah perempuan. "Pencatatan administratif kependudukan sesuai identitas bukan hanya hak warga tapi juga tanggung jawab kami supaya seluruh warga mencatatkannya dengan benar, validitas data kependudukan akan jadi pijakan berbagai kebijakan atau program lainnya sehingga kami harap disesuaikan dengan baik oleh semua kalangan," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.