Efek Viral Pantai Glagah, PAD Pariwisata Kulonprogo Melonjak
Pantai Glagah jadi motor lonjakan PAD pariwisata Kulonprogo 2026. Kunjungan wisatawan ikut meningkat tajam.
Foto ilustrasi SPMB jenjang SMP dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo resmi merilis jadwal Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SD dan SMP. Tahun ini, selain perubahan kuota jalur domisili, sistem pendaftaran juga sepenuhnya dilakukan secara daring atau full online.
Sekretaris Disdikpora Kulonprogo, Nur Hadiyanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan SPMB jenjang SMP akan lebih dulu dimulai pada Juni 2026. Pendaftaran jalur domisili radius dan afirmasi dijadwalkan berlangsung pada 22–24 Juni 2026.
Selanjutnya, pendaftaran jalur prestasi, mutasi, serta domisili wilayah dibuka mulai 24 Juni hingga 30 Juni 2026. Sementara itu, untuk jenjang SD, pendaftaran dilaksanakan pada 29 Juni sampai 2 Juli 2026.
Menurut Nur Hadiyanto, terdapat perubahan signifikan pada komposisi kuota jalur domisili dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2026, kuota domisili radius untuk SD dan SMP masing-masing ditetapkan sebesar 10 persen. Sementara jalur domisili wilayah meningkat menjadi 70 persen untuk SD dan 40 persen untuk SMP.
“Sedangkan tahun ini ada perubahan untuk domisili radius jenjang SD kuotanya 10 persen dan domisili wilayah 70 persen. Untuk yang tingkat SMP, domisili radius kuotanya 10 persen dan domisili wilayah kuotanya 40 persen,” ujarnya, Kamis (28/5/2026)
Ia menjelaskan, perubahan tersebut dilakukan berdasarkan evaluasi pelaksanaan SPMB tahun sebelumnya. Jalur domisili wilayah dinilai lebih banyak diminati masyarakat dibandingkan domisili radius yang pemanfaatannya relatif rendah.
Adapun untuk jalur lainnya seperti afirmasi, prestasi, dan mutasi, kuotanya tetap sama seperti tahun lalu. Untuk SD, jalur afirmasi mendapat porsi 15 persen dan mutasi 5 persen. Sedangkan pada jenjang SMP, afirmasi 20 persen, prestasi 25 persen, dan mutasi 5 persen.
Kepala Disdikpora Kulonprogo, Nur Wahyudi, menambahkan bahwa seluruh proses pendaftaran tahun ini dilakukan secara online, termasuk pengunggahan dokumen persyaratan. Hal ini berbeda dari tahun sebelumnya yang masih menggabungkan sistem online dan manual.
“Untuk tahun ini semua melalui online, artinya syarat-syaratnya diupload melalui aplikasi yang sudah kita siapkan,” jelasnya.
Ia juga mengimbau calon peserta didik segera membuat akun pendaftaran. Meski sebagian besar sudah melakukannya, layanan pembuatan akun masih dibuka melalui sekolah maupun kantor dinas.
Dari sisi daya tampung, total kursi yang tersedia untuk jenjang SD mencapai 9.912 siswa, terdiri dari 7.812 kursi di SD negeri dan 2.100 di SD swasta. Sementara itu, untuk SMP tersedia total 6.432 kursi, dengan rincian 4.704 kursi di SMP negeri dan 1.728 kursi di SMP swasta.
Dengan sistem yang sepenuhnya digital dan penyesuaian kuota, Disdikpora berharap proses SPMB 2026 di Kulonprogo dapat berjalan lebih transparan, efisien, dan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat secara lebih merata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pantai Glagah jadi motor lonjakan PAD pariwisata Kulonprogo 2026. Kunjungan wisatawan ikut meningkat tajam.
Kemenag menegaskan kasus cabul di Pekalongan terjadi di padepokan ilegal, bukan pondok pesantren resmi terdaftar.
Bapanas memastikan harga beras SPHP tetap stabil meski dolar AS naik. Pemerintah jaga pasokan dan subsidi beras nasional.
Jip wisata Merapi di Sleman full booking saat libur Waisak 2026. Wisatawan memadati paket trip medium hingga bunker Merapi.
IRGC Iran klaim serang pangkalan AS di Kuwait sebagai balasan serangan di Bandar Abbas, ketegangan Iran–AS kembali meningkat.
Kokola Group melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) melaksanakan kegiatan penyaluran hewan qurban berupa sapi limosin di Ciamis