26.245 Hewan Kurban Dipotong di Bantul, 330 Sapi Terjangkit Fasciola

Kiki Luqman
Kiki Luqman Kamis, 28 Mei 2026 10:57 WIB
26.245 Hewan Kurban Dipotong di Bantul, 330 Sapi Terjangkit Fasciola

Ilustrasi. /Freepik


Harianjogja.com, BANTUL—Pelaksanaan Iduladha 2026 di Bantul mencatat lonjakan jumlah hewan kurban yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil pendataan sementara atau quick count dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul hingga 27 Mei 2026, total hewan kurban yang telah disembelih mencapai 26.245 ekor.

Jumlah tersebut tersebar di 2.069 titik penyembelihan di seluruh wilayah Bantul. Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, mengungkapkan bahwa hewan kurban tahun ini masih didominasi oleh domba, disusul sapi dan kambing.

“Data sementara sampai 27 Mei 2026, sapi yang dipotong sebanyak 6.108 ekor, kambing 5.418 ekor, dan domba 14.719 ekor,” kata Joko, Kamis (28/5/2026).

Tingginya jumlah hewan kurban ini mencerminkan antusiasme masyarakat dalam menjalankan ibadah sekaligus meningkatnya kemampuan ekonomi warga. Namun di sisi lain, DKPP juga menemukan sejumlah catatan penting terkait kesehatan hewan kurban.

Dari hasil pemeriksaan organ dalam, petugas menemukan kasus Fascioliasis atau cacing hati pada beberapa hewan. Temuan tersebut terdiri dari 330 kasus pada sapi, 30 kasus pada kambing, dan 106 kasus pada domba.

Meski demikian, Joko memastikan kondisi tersebut tidak memengaruhi kualitas daging secara keseluruhan. Bagian hati yang terindikasi cacing langsung dipisahkan dan dimusnahkan agar tidak dikonsumsi masyarakat.

“Kalau ada hati yang terkena fasciola langsung diafkir. Dagingnya tetap aman selama hasil pemeriksaan tidak ditemukan gangguan lain,” ujarnya.

Untuk menjamin keamanan pangan, DKPP Bantul telah menerjunkan tim pemeriksa kesehatan hewan sejak malam takbiran hingga hari tasyrik. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi fisik hewan sebelum disembelih hingga pengecekan organ dalam setelah pemotongan.

Selain itu, petugas juga memberikan edukasi kepada panitia kurban di setiap lokasi agar memperhatikan standar kebersihan, terutama dalam pengelolaan limbah. Penanganan limbah yang tidak tepat dikhawatirkan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.

“Yang penting kebersihan tetap dijaga, limbah jangan dibuang sembarangan supaya lingkungan tetap sehat,” kata Joko.

DKPP memastikan proses pendataan masih terus berlangsung seiring laporan dari lapangan yang terus masuk. Jumlah total hewan kurban di Bantul pada Iduladha 2026 diperkirakan masih akan bertambah hingga seluruh proses penyembelihan selesai.

Dengan pengawasan ketat serta keterlibatan berbagai pihak, pemerintah berharap pelaksanaan kurban tahun ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga aman, sehat, dan sesuai syariat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online