BPS Jelaskan Arti Desil 1-10 dalam DTSEN, Ini Kriterianya
BPS menjelaskan arti desil 1-10 dalam DTSEN, indikator yang digunakan, serta alasan desil bukan penentu tunggal penerima bansos.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Di Kulonprogo Partai Amanat Nasional membungkus kampanye dengan kegiatan bedah rumah, Senin (17/3/2014).
Kegiatan pertama menyasar rumah milik Maryoto di Pedukuhan XII, Desa Krembangan, Kecamatan Panjatan. Kemudian berlanjut ke rumah milik Poniyem di Mrunggi,
Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih.
Sejumlah Caleg DPR hingga DPRD Kabupaten turut dalam kegiatan tersebut. Dua kader PAN yang duduk dalam eksekutif, seperti Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo dan Wabup Gunungkidul, Immawan Wahyudi ikut hadir.
Caleg PAN untuk DPR, Hanafi Rais mengatakan pada kampanye perdana ini, sebenarnya PAN mendapatkan jatah kampanye nasional. Namun pihaknya tidak menggelar kampaye terbuka. PAN memilih menggelar aksi bedah rumah.
"Bedah rumah seperti ini lebih bermanfaat bagi masyarakat dibanding kampanye terbuka," jelas Hanafi Rais di sela-sela kegiatan berlangsung.
Putra Amien Rais ini menilai, kampanye terbuka lebih berisiko keamanan, transportasi dan kurang mengena. Sedangkan kampanye dengan cara door to door dianggap lebih efektif dan lebih tepat sasaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS menjelaskan arti desil 1-10 dalam DTSEN, indikator yang digunakan, serta alasan desil bukan penentu tunggal penerima bansos.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling. Berbagai inovasi layanan disiapkan guna mempermudah masyarakat di wilayah Bumi Handayani dalam mengurus
Gunung Merapi kembali meluncurkan APG sejauh 2 km ke barat daya. Merapi masih Level III Siaga, warga diminta menjauhi zona bahaya.
Festival Mustika Rasa di Jogja mendorong kedaulatan pangan melalui pemanfaatan bahan lokal dan lebih dari 1.000 resep kuliner Nusantara.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa