Kisah Timbul Sopir Becak Jadi Korban Carut Marut Data BPS, Desil 1 Berubah Jadi 9
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Harianjogja.com, KULONPROGO -Kejaksaan Negeri (Kejari) Wates akhirnya melakukan eksekusi terhadap mantan Kepala Desa Banyuroto, Kecamatan Nanggulan, Suroso yang tersangkut kasus korupsi pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Banyuroto.
Kejari melakukan penjemputan Suroso di rumahnya, Selasa (18/3/2014) setelah beberapa saat dia menjalani tahanan luar.
Kepala Seksi Intel Kejari Wates, Arif Muda Darmanta mengungkapkan, eksekusi terhadap Suroso dilakukan setelah penetapan putusan dari Mahkamah Agung (MA) turun.
Putusan MA menyebutkan, Suroso divonis dua tahun penjara denda Rp50 juta subsider tiga bulan dan membayar uang pengganti Rp12,5 juta subsider satu bulan penjara.
Vonis itu lebih berat satu tahun dari tuntutan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jogja.
Sebelumnya pengadilan Tipikor Jogja mejatuhkan vonis kepada Suroso dengan pidana satu tahun penjara denda, Rp50 juta subside dua bulan.
Tim jaksa yang mengajukan banding di Pengadilan Tinggi kembali memperkuat putusan dari Majelis Hakim Tipikor. Namun tim jaksa tetap mengajukan kasasi ke MA hingga akhirnya putusan tersebut turun.
"Sudah kami eksekusi dan semuanya berjalan lancar," ujar Arif kepada wartawan, Senin (18/3/2014) sore.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Labuan Bajo ditargetkan pulih dan makin tangguh pascagempa M7,7 melalui penguatan keselamatan, manajemen risiko, dan destinasi wisata darat
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
Festival Mustika Rasa resmi dibuka di Alun-Alun Selatan Jogja, Sabtu (29/8/2026). Festival kuliner yang melibatkan ratusan UMKM lokal ini membawa pesan tentang
Bala Mataram Rescue yang tumbuh dari suporter PSIM kini memiliki ambulans sendiri berkat bantuan Brajamusti Rantau untuk misi kemanusiaan
Ribuan warga mengikuti senam di Alun-Alun Selatan Jogja dan menggalang donasi lebih dari Rp10 juta untuk korban gempa NTT.