RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Peringatan Hari Tuberkulosis (TBC) sedunia, Senin (24/3/2014), di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari diisi dengan beragam kisah para mantan penderita TBC. Berikut kisah yang dihimpun wartawan Harian Jogja, Ujang Hasanudin.
Sarimin, 60, salah satu mantan penderita TBC bisa tertawa lepas saat berbicara di depan orang banyak, termasuk sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Suaranya lantang meski usianya sudah tidak muda lagi.
Warga Desa Karangduwet, Kecamatan Paliyan ini menceritakan bagaimana penderitaan yang dia alami selama 2011 lalu gara-gara menderita TBC. Dia harus mengasingkan diri dari istri dan kedua anaknya. Peralatan makan terpisah bahkan tempat tidur pun harus terpisah.
Sarimin akhirnya tidur di belakang rumah, di samping kandang kambing. “Sungguh menyakitkan. Tersiksa harus tidur dengan kambing selama setahun,” ucapnya, Senin (25/3/2014).
Dia positif TBC pada 2011 setelah tertular dari mertuanya karena sering mengantarkan berobat.
Awalnya, Sarimin sempat putus asa karena mendengar kabar penyakit yang menyerang paru-paru itu mematikan dan sulit diobati. Namun, berkat kegigihannya ingin sembuh, dia bisa keluar dari jeratan TBC pada September 2012. Kini Sarimin bisa tersenyum bahkan siap menjadi penyemangat para penderita TBC di Gunungkidul.
Mantan penderita TBC lainnya, Muji Rahayu, juga mengungkapkan betapa penyakit TBC sangat menyiksa. Dia terkena TBC pada 1994. Ibu dua anak ini bertahun-tahun menderita dan baru bisa sembuh pada 2004 setelah berobat terus menerus selama enam bulan.
Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Gunungkidul Eko Subiantoro mengatakan berdasarkan data Dinas Kesehatan masih ada sekitar 464 penderita aktif TBC yang kemungkinan menular di Gunungkidul.
Penyakit TBC, menurut Eko, dapat menyerang siapa saja, anak-anak atau orang dewasa dengan tingkat penyebaran yang tinggi. “Satu penderita dapat menularkan [TBC] pada 10-15 orang per tahun,” kata Eko.
Gejala TBC antara lain rasa sakit pada dada dan sesak nafas, demam lebih dari sebulan, nafsu makan berkurang, batuk berdahak selama tiga pekan serta berkeringat pada malam hari tanpa sebab yang jelas. “Jika menemukan gejala tersebut agar segera memeriksakan diri ke rumah sakit,” tandas Eko. ([email protected])
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sleman mencatat 286 kasus kekerasan pada 2025, termasuk 131 kasus KDRT. Program RBI didorong hingga tingkat kalurahan untuk pencegahan.
Ekuador mengalahkan Jerman 2-1 pada laga terakhir Grup E Piala Dunia 2026. Kemenangan ini menjaga peluang La Seleccion lolos ke babak gugur.
Pantai Gading lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Curacao 2-0. Nicolas Pepe mencetak dua gol kemenangan Les Elephants.
Delapan tim lolos perempat final MLSC 2026 di Kudus. Sejumlah laga rematch panas siap tersaji di babak delapan besar.
Ekuador mencetak gol pertama mereka di Piala Dunia 2026 saat menahan Jerman 1-1. Pantai Gading sementara unggul 1-0 atas Curacao.