Selomartani Kembangkan Pertanian Cerdas IoT, Jadi Percontohan Sleman
Selomartani mulai mengembangkan pertanian cerdas berbasis IoT melalui CSR AAMAI 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas petani.
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sleman masih menjadi perhatian serius. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 286 kasus kekerasan, dengan 131 di antaranya merupakan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Untuk menekan angka tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memperkuat pelaksanaan program Ruang Bersama Indonesia (RBI) hingga tingkat kalurahan.
Program RBI diharapkan menjadi instrumen pencegahan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga pemangku kepentingan lainnya, guna menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak serta memperkuat ketahanan keluarga di tingkat akar rumput.
Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah III Kemen PPPA, Endah Sri Rejeki, mengatakan RBI merupakan penguatan sekaligus transformasi dari program Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).
Menurutnya, program tersebut dirancang sebagai gerakan kolaboratif lintas sektor yang berfokus pada pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui pendekatan berbasis komunitas.
“RBI adalah upaya pencegahan agar kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak terjadi. Harapannya, dengan RBI dapat mencegah dan menurunkan tingginya kasus KDRT sampai ke tingkat desa,” kata Endah saat kegiatan di Aula Kencana Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Sleman, Kamis (25/6/2026).
Ia menegaskan, upaya pencegahan kekerasan tidak dapat dilakukan secara parsial oleh satu lembaga saja. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, serta berbagai elemen lainnya diperlukan agar penanganan dapat menyentuh akar persoalan yang memicu kekerasan.
Menurut Endah, faktor-faktor seperti persoalan ekonomi keluarga, pola pengasuhan anak, hingga kondisi lingkungan sosial perlu menjadi perhatian dalam upaya pencegahan kasus kekerasan.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas P3AP2KB Sleman, Diah Niken Andarwati, mengungkapkan dari total 286 kasus kekerasan yang tercatat sepanjang 2025, sebanyak 156 korban merupakan perempuan.
Adapun korban anak laki-laki tercatat sebanyak 49 orang, sedangkan korban anak perempuan mencapai 81 orang.
Data tersebut menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk memperkuat implementasi RBI sebagai strategi pencegahan kekerasan berbasis masyarakat. Program ini diharapkan mampu memperluas keterlibatan warga dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan maupun anak.
Dalam pelaksanaannya, Kemen PPPA menetapkan Kalurahan Purwomartani di Kapanewon Kalasan dan Kalurahan Margodadi di Kapanewon Seyegan sebagai lokasi proyek percontohan RBI di Kabupaten Sleman.
Kedua kalurahan tersebut dipilih karena dinilai memiliki tata kelola yang responsif gender, peduli terhadap hak anak, serta telah menjalankan berbagai program perlindungan masyarakat secara berkelanjutan.
Kepala Dinas P3AP2KB Sleman, Novita Krisnaeni, menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam upaya mencegah kasus KDRT maupun bentuk kekerasan lainnya.
Ia mengutip falsafah Jawa, “Sesarengan mbangun desa, agawe rahayu lan kamulyaning bebrayan,” yang memiliki makna membangun desa secara bersama-sama demi mewujudkan kesejahteraan dan kemuliaan masyarakat.
“Artinya, bersama-sama membangun desa demi terciptanya kesejahteraan dan kemuliaan masyarakat. Nilai kebersamaan inilah yang harus terus kita jaga dan kuatkan," kata Novita saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Melalui penguatan RBI di tingkat kalurahan, pemerintah berharap upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat berjalan lebih efektif karena melibatkan partisipasi aktif masyarakat, sekaligus memperkuat sistem perlindungan sosial yang telah berkembang di lingkungan desa dan kalurahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selomartani mulai mengembangkan pertanian cerdas berbasis IoT melalui CSR AAMAI 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas petani.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.