Kemarau, DLH Sleman Waspadai Kebakaran di TPST dan Transfer Depo

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Jum'at, 25 September 2026 18:07 WIB
Kemarau, DLH Sleman Waspadai Kebakaran di TPST dan Transfer Depo

Ilustrasi, kebakaran di tempat pembuangan sampah Putri Cempo, Solo, pada Rabu (2/9/2026)./Solopos-Wahyu Prakoso

Harianjogja.com, SLEMAN—Volume sampah yang masuk ke sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan Transfer Depo di Kabupaten Sleman cenderung stabil sepanjang 2026. Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman mewaspadai risiko kebakaran karena kondisi sampah yang lebih kering selama musim kemarau.

Berdasarkan data UPTD Pelayanan Persampahan DLH Kabupaten Sleman, total volume sampah yang masuk sejak Januari hingga pertengahan September 2026 mencapai 15.429.255 kilogram atau sekitar 15.429 ton.

Kepala UPTD Pelayanan Persampahan DLH Kabupaten Sleman, Singgih Budiyana, mengatakan volume sampah yang masuk ke fasilitas pengolahan memang mengalami fluktuasi. Kenaikan tercatat pada Juli dan Agustus, meski secara umum volumenya masih cenderung stabil.

Volume Sampah Tertinggi pada Juli

Data DLH Sleman menunjukkan volume sampah tertinggi sementara terjadi pada Juli 2026, yakni mencapai 1.866.350 kilogram.

Setelah itu, volume sampah pada Agustus tercatat sebanyak 1.833.961 kilogram. Kenaikan pada dua bulan tersebut menjadi bagian dari fluktuasi volume sampah yang diterima fasilitas pengolahan di Sleman.

Di tengah kondisi tersebut, musim kemarau menghadirkan tantangan lain bagi pengelolaan sampah. Sampah yang menumpuk cenderung lebih kering karena memiliki kadar air yang rendah.

Kondisi sampah yang kering tersebut membuat tumpukan menjadi lebih rentan terbakar, terutama ketika suhu udara pada siang hari tinggi.

“Banyaknya kebakaran disebabkan suhu panas di siang hari yang menyebabkan sampah mudah terbakar,” kata Singgih saat dihubungi, Jumat (25/9/2026).

DLH Waspadai Kebakaran di TPST

DLH Kabupaten Sleman mengimbau masyarakat dan petugas pengelola sampah untuk meningkatkan kewaspadaan di sekitar TPST dan transfer depo.

Kewaspadaan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi potensi insiden kebakaran yang dapat terjadi akibat kondisi cuaca panas selama puncak musim kemarau.

Selain faktor cuaca, kapasitas fasilitas pengolahan juga terus disesuaikan dengan jumlah pelanggan UPTD. Salah satunya dilakukan di TPST Donokerto yang hingga kini belum sepenuhnya dibuka.

“TPST Donokerto masih kami tingkatkan terus menyesuaikan jumlah pelanggan UPTD,” kata Singgih.

TPST Tamanmartani Terima 4.212 Ton Sampah

Hingga 19 September 2026, sampah yang masuk ke TPST Donokerto tercatat mencapai 3.343 ton.

Pada periode yang sama, TPST Tamanmartani menjadi fasilitas pengolahan dengan volume sampah masuk paling banyak. TPST tersebut telah menerima 4.212 ton sampah.

Sementara itu, TPST Sendangsari tercatat menerima 4.050 ton sampah hingga 19 September.

Data tersebut menunjukkan besarnya volume sampah yang harus dikelola oleh fasilitas pengolahan sampah di Sleman. Pengelolaan juga menghadapi tantangan tambahan ketika kondisi sampah semakin kering selama musim kemarau.

Penutupan TPA Piyungan Picu Jasa Pengelolaan Swasta

Di sisi lain, Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Satpol PP Sleman, Bondan Yudho Baskoro, mengatakan penutupan TPA Piyungan memantik penyediaan jasa pengelolaan persampahan oleh pihak swasta.

Menurut dia, persoalan muncul ketika kegiatan pengelolaan sampah yang dilakukan melanggar ketentuan atau regulasi pengelolaan sampah di Kabupaten Sleman.

Salah satu contoh yang disampaikan ialah pengelolaan sampah dengan cara dibakar menggunakan insenerator buatan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pengelolaan sampah di Sleman, terutama ketika volume sampah tetap tinggi dan kondisi cuaca panas membuat tumpukan sampah lebih mudah terbakar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online