Dua Kakak Beradik Jadi Pelaku Pembakaran MI YAPPI Natah
Polres Gunungkidul mengungkap dua pelaku pembakaran MI YAPPI Natah merupakan kakak beradik berusia 14 dan 15 tahun.
Harianjogja.com, JOGJA – Harapan pelaksanaan pemilu sebagai proses pendidikan politik bagi masyarakat, ternyata belum sepenuhnya berjalan baik dan benar. Pasalnya, pelaksanaan proses demokrasi saat ini masih cenderung menggunakan segala cara demi terwujudnya kepentingan politik individu maupun golongan.
Hal ini disampaikan pengamat politik AAGN Ari Dwipayana dalam diskusi publik tentang pemilu yang dilaksanakan Selasa (25/3/2014) di kantor DPRD DIY.
Dalam pengamatannya, ada beberapa catatan terkait pemilu saat ini, di antaranya efektivitas partai politik dalam menggelar kampanye terbuka patut dipertanyakan. Sejauh ini, kampanye terbuka miskin ide dan gagasan.
Malahan, ada kesan hanya untuk hura-hura tanpa ada penyampaian visi misi yang jelas dari pelaksana kampanye.
“Mudah-mudahan di Jogja tidak ada. Di Maluku, gara-gara Ayu Ting Ting batal hadir, massa langsung bubar tanpa mau mendengarkan orasi yang dilakukan juru kampanye,” ungkapnya.
Dia berpendapat, kondisi ini sungguh memprihatinkan. Di tengah-tengah proses prebaikan demokrasi yang terus dilakukan, namun di satu sisi elite politik yang seharusnya memberikan contoh yang baik, tapi pada kenyataannya memberikan contoh yang buruk.
“Tidak usah jauh-jauh, dari pemasangan alat peraga kampanye hampir semua pihak melakukan pelanggaran. Sehingga sampah-sampah visual berkaitan dengan alat peraga dengan mudahnya ditemukan,” tandasnya.
Dia menambahkan, yang tak kalah penting, pelaksanaan pemilu yang tinggal menyisakan hitungan hari ini sudah terdapat sinyal putus asa dari beberapa caleg. Baginya, kondisi ini juga perlu diperhatikan, karena berpotensi untuk melakukan deal suara, yang ujung-ujungnya dapat merusak proses demokrasi.
“Ini sudah mulai terlihat, mana caleg yang tetap bersemangat atau yang sudah menyerah sebelum bertanding. Harusnya, medan perang yang didepan mata disikapi secara optimistis oleh para caleg,” katanya.
Disarankannya, waktu yang tersisa ini benar-benar dimanfaatkan para caleg untuk menyampaikan visi misi yang jelas kepada konstituennya. Tujuannya, agar masyarakat paham dan mengerti apa yang akan diperjuangkanya.
Takutnya, kalau kondisi ini tetap terjadi maka masyarakat akan bingung menentukan pilihan, dan ujung-ujungnya akan berimbas meningkatnya angka
golput.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Gunungkidul mengungkap dua pelaku pembakaran MI YAPPI Natah merupakan kakak beradik berusia 14 dan 15 tahun.
Jay Idzes dinyatakan pulih sepenuhnya dan bisa dimainkan Sassuolo saat menghadapi Torino pada pekan kedua Liga Italia 2026-2027.
Marco Bezzecchi menjadi yang tercepat di FP2 MotoGP Aragon 2026 setelah mengalahkan Marc Marquez. Simak hasil lengkap 10 besar.
Truk dump terperosok ke parit di Jalan Magelang, Triharjo, Sleman setelah diduga sopir kehilangan konsentrasi. Dua korban yang sempat terjepit berhasil dievakua
Taylor Swift menyumbang Rp887 juta untuk membantu Ashley Taunton, ibu yang tertabrak mobil saat menolong korban kecelakaan di tengah hujan deras.
Sekolah Vokasi (SV) UGM merayakan ulang tahun ke-17 lewat pembukaan rangkaian Dies Natalis pada Sabtu (29/8/2026). Usia ini menjadi momentum Sekolah Vokasi UGM