Pengelolaan Tambang Berkeadilan untuk Masa Depan Energi Hijau
Sektor pertambangan juga tak bisa dipungkiri menjadi salah satu penggerak roda perekonomian Indonesia.
Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul menghentikan pasokan solar bersubsidi di kawasan tambak udang. Menyusul sejumlah pelanggaran yang ditemukan di kawasan ini.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul Edi Mahmud menyatakan, Maret lalu Pemkab tidak lagi mengeluarkan surat rekomendasi pembelian solar bersubsidi ke pengelola tambak.
Alasan pertama karena bisnis tambak udang kini masih dalam tahap penanganan perkara oleh Pemkab Bantul dan Pemerintah DIY. Lantaran banyak tambak yang melanggar tata ruang misalnya berdiri di kawasan proyek pemerintah seperti Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
"Masalah tambak udang ini sedang dibahas penataan dan aturannya seperti apa oleh Bagian Tapem [Tata Pemerintahan] DIY," terang Edi Mahmud, Jumat (4/4/2014).
Kedua, menurut Edi, pemerintah pusat kini mengeluarkan aturan baru mengenai Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
"Sekarang itu, BBM bersubsidi enggak dibatasi lagi jumlahnya ke pengusaha kecil, biasanya kan pakai kuota. Tapi belum ditindaklanjuti oleh Peraturan Bupati, jadi posisi kami sekarang menunggu," ungkapnya.
Edi membantah, bila penghentian pasokan solar bersubsidi tersebut karena terkait operasi tangkap tangan pemasok solar bersubsidi oleh kepolisian Bantul. Lantaran dinilai menyalahi undang-undang karena solar bersubsidi tidak diperuntukkan industri tambak.
Menurut Edi, Peraturan Gubernur hingga Peraturan Bupati membolehkan solar bersubsidi untuk operasional tambak. "Bahkan tambak udang termasuk salah satu usaha perikanan yang menopang ekonomi pesisir menurut pemerintah DIY," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sektor pertambangan juga tak bisa dipungkiri menjadi salah satu penggerak roda perekonomian Indonesia.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.