Perkuat Kualitas Layanan Kebidanan Melalui Transformasi Digital
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
Harianjogja.com, BANTUL-Kepolisian Resor Bantul merazia di beberapa lokasi penginapan di daerah Kasihan, Bantul, Kamis (24/4/2014). Lima pasangan gelap diamankan polisi saat sedang berduaan di dalam kamar, salah seorang di antaranya seorang dukuh yang turut digelandang ke Mapolres Bantul.
Kelima pasangan gelap tersebut tidak melakukan perlawanan saat petugas polisi didampingi karyawan penginapan meminta mereka keluar dari kamar kelas melati tersebut. Melihat sejumlah wartawan ke lokasi, mereka langsung rapat-rapat menyembunyikan wajah dari bidikan kamera.
Di salah satu kamar kelas melati ini, diamankan juga salah satu dukuh di Bantul yang tengah sekamar dengan pasangan berbeda jenis kelamin. Polisi langsung mengamankan identitas mereka.
Wakapolres Dony Siswoyo mengatakan kegiatan razia penginapan digelar satuan Samapta Bantul merupakan kegiatan rutin cipta kondisi dan penertiban tempat yang selama ini disinyalir menyediakan minuman keras beralkohol.
"Mereka langsung kami periksa dan besok langsung kami ajukan sidang tipiring di Pengadilan Bantul," kata Dody.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
GSI SMP Sleman 2026 menjadi ajang pencarian bibit pesepak bola muda untuk memperkuat kontingen Sleman pada GSI tingkat DIY.
FWA 5G diprediksi menjadi mesin pertumbuhan baru internet rumah di Indonesia dengan kualitas mendekati FTTH dan menjangkau wilayah minim fiber.
Brajamusti siap mengawal kajian renovasi Stadion Mandala Krida jika anggaran uji tanah disetujui. DPRD DIY mengupayakan pergeseran anggaran MC-0.
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta menilai paparan Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan memperjelas arah pembangunan, ideologi, dan kemandirian ekonomi.
Festival Ketoprak Kulonprogo diikuti 12 kapanewon sebagai upaya melestarikan budaya di tengah efisiensi anggaran melalui Dana Keistimewaan DIY.