Tolak Pabrik Semen, Warga Pracimantoro Ajukan 13 Tuntutan
Warga Pracimantoro ajukan 13 tuntutan, desak revisi RTRW Wonogiri dan tolak pabrik semen demi kelestarian karst.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Warga pesisir yang mendukung pembangunan bandara di Kulonprogo unjuk gigi. Mereka yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Kulonprogo (MPK) memasang 10 buah spanduk di sepanjang Jalan Daendels dan Jalan Nasional Jogja-Purworejo yang berada di wilayah Desa Glagah dan Palihan, Kecamatan Temon. Spanduk tersebut terpasang sejak Sabtu (26/4/2014) dini hari.
Tulisan yang terdapat di spanduk berwarna merah tersebut beragam, antara lain, Bandara Sido #Aku Rapopo, Dalam Menanggapi Pembangunan Bandara, Pemberdayaan Masyarakat Adalah Harga Mati, Dalam Menanggapi Pembangunan Bandara, Duduk Bersama Adalah Jalan Terbaik, dan sebagainya.
Anggota MPK, Bayu Putro Puspo Pangaribowo, mengungkapkan, pemasangan spanduk merupakan inisiatif dan bentuk solidaritas dari masyarakat pesisir yang mendukung program pemerintah.
“Kami ingin menunjukkan kepada orang di luar bahwa tidak semua warga pesisir itu kontra dengan pembangunan bandara, karena ada juga warga yang lahan dan rumahnya terdampak pembangunan bandara tetapi tetap mendukung keberadaan bandara,” jelasnya kepada wartawan, Senin (28/4/2014).
Disebutkannya, pemasangan spandung tersebut baru berada di wilayah Glagah dan Palihan, namun spanduk serupa juga akan dipasang di Desa Sindutan dan Jangkaran dalam waktu dekat. Ia juga mengklaim terdapat lebih dari seratus warga di tiap desa yang berada di Temon, yang mendukung pembangunan bandara.
Bayu menuturkan, maksud dari pemasangan spanduk bukan ingin menciptakan konflik horizontal antar warga, melainkan demi kemajuan daerah semata.
Rencananya, MPK berniat untuk mengadakan dialog dengan bupati Kulonprogo terkait dukungan terhadap pembangunan bandara yang harus diikuti dengan pemberdayaan masyarakat.
Ia menilai, selama bertahun-tahun menjadi petani, tidak seorang pun yang menginginkan anak dan keturunannya menjadi petani. “Jadi pembangunan bandara demi masa depan anak cucu yang lebih baik,” tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Pracimantoro ajukan 13 tuntutan, desak revisi RTRW Wonogiri dan tolak pabrik semen demi kelestarian karst.
Penyuluhan hukum di Keparakan mengenalkan pidana kerja sosial dalam KUHP baru sebagai alternatif pemidanaan yang lebih humanis dan restoratif.
BRIN dan Kemendiktisaintek menyusun peta jalan riset hingga 2045 sebagai pedoman riset nasional dan arah industrialisasi Indonesia berbasis teknologi.
Kemenhan menegaskan latsarmil SPPI bagi manajer Kopdes Merah Putih bertujuan membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, dan integritas.
Gelombang panas Jerman memicu kebakaran hutan di sejumlah wilayah dan mencatatkan rekor suhu malam terpanas sepanjang sejarah negara itu.
All-Stars Kudus juara MLSC 2026 usai kalahkan Jakarta lewat penalti. 34 pemain terbaik siap berlaga di SingaCup Singapura