Calon Ketum HIPMI Reynaldo Bryan Dorong Akses Pasar
Akselerasi Pertumbuhan Pebisnis Muda, Calon Ketum HIPMI Reynaldo Bryan Dorong Akses Pasar dan Akses Modal
Bagi banyak orang membuang nasi dan lauk pauk merupakan tindakan yang mubazir atau sia-sia. Namun tidak bagi warga Dusun Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar, saat perayaan rasulan (bersih desa). Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Ujang Hasanudin.
Siang menjelang sore, terik matahari masih terasa di Balai Dusun Pengkol, Senin (28/4/2014) kemarin. Ratusan warga setempat tumpah ruang merayakan rasulan dengan menghadirkan berbagai hidangan hasil panen. Ada sayuran, buah-buahan, nasi ketan, nasi gurih dan ingkung ayam yang dihias menjadi gunungan.
“Total ada delapan gunungan, dua diantaranya gunungan sakral. Sementara yang lainnya gunungan tumpeng yang dilombakan,” kata Jumiyo selaku ketua Panitia rasulan Dusun Pengkol.
Semua gunungan tersebut kemudian diarak warga dengan berpakaian adat jawa sambil diiringi tim kesenian jathilan anak-anak. Gunungan itu dibawa menuju sumber air yang tak pernah surut meki musim kemarau, yaitu Sendang Beji. Perjalanan dari balai dusun menuju sendang beji sekitar satu kilometer dan ditempuh dengan jalan kaki.
Namun tidak terlihat ada rasa lelah. Semuanya menunjukan wajah-wajah yang senang dan penuh harapan. Berharap mendapat keberkahan dari tradisi rasulan yang sudah dilaksanakan warga Pengkol sejak turun temurun.
Sampai di Sendang Beji, delapan gunungan itu kemudian didoakan kembali oleh sesepuh setempat. Setelah didoakan kemudian diperebutkan oleh warga. Sebelumnya beberapa potong ingkung sempat dilemparkan ke arah sumber air Sendang Beji.
Menurut Jumiyo, tradisi lempar nasi dan lauk pauk sebenarnya tidak ada maksud untuk membuang dalam arti mubazir namun sebagai ungkapan rasa syukur warga atas melimpahnya hasil panen. Sementara lempar-lemparan nasi dan lauk sudah berlangsung sejak turun temurun.
“Saya juga tidak tahu persisnya kapan, yang jelas lempar-lempar nasi ini sudah ratusan tahun, bagi kami ini melestarikan tradisi sebagai budaya saja,” kata Jumiyo.
Tradisi Rasulan tiap tahun dilaksanakan di sekitar Sendang Beji, kata Jumiyo, karena sendang tersebut telah memberi penghidupan kepada warga Pengkol, khususnya dusun pengkol yang dihuni sebanyak 200 kepala keluarga. Warga meyakini Sendang Beji adalah anugrah yang tidak pernah surut karena dibawahnya ada sebuah sungai besar.
Suryani, salah satu warga mengaku mengambil beberapa sayuran yang diperebutkan dari Gunungan itu karena diyakini akan membawa berkah. “Ya ikut senang-senang aja merayakan, semoga berkah,” ucap Suryani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akselerasi Pertumbuhan Pebisnis Muda, Calon Ketum HIPMI Reynaldo Bryan Dorong Akses Pasar dan Akses Modal
Jadwal KA Bandara YIA Senin 31 Agustus 2026 lengkap rute YIA-Stasiun Tugu Yogyakarta beserta jam keberangkatan terbaru.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Senin 31 Agustus 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Jadwal KRL Palur-Jogja Senin 31 Agustus 2026 tersedia mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB. Simak jadwal tiap stasiun.
Said Iqbal meminta RUU Perlindungan Ketenagakerjaan disahkan maksimal Oktober 2026 tanpa mengorbankan hak buruh.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 31 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Klaten, Solo hingga Palur.