TRAGEDI PEMBUNUHAN GURU SLB : Dari Jual Beli Tanah Berujung Pembunuhan Rekan Kerja

Minggu, 04 Mei 2014 09:51 WIB
TRAGEDI PEMBUNUHAN GURU SLB : Dari Jual Beli Tanah Berujung Pembunuhan Rekan Kerja

Ilustrasi pembunuhan. (JIBI/Harian Jogja/Dok.)

Harianjogja.com, KULONPROGO - Berawal dari proses jual beli tanah antara sesama guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Rela Bhakti II Wates dan berlanjut dengan keributan, http://www.harianjogja.com/baca/2014/05/04/kriminalitas-sakit-hati-guru-slb-rela-bhakti-ii-bunuh-teman-505859">warga Padukuhan Clawer, Desa Pengasih, Kecamatan Pengasihan, Sugiyanto nekat membunuh Rina Astuti warga Pedukuhan Sedan, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah.

Kapolsek Wates, Kompol Kodrat menyebutkan dalam aksi yang terjadi pada Sabtu (3/5/2014) tersebut, pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa pisau sepanjang 20 sentimeter lengkap dengan sarung dan pakaian korban yang terkena noda darah dan robek. Dari hasil penyidikan, motif pembunuhan dilatarbelakangi kasus jual beli tanah.

Semula pelaku bertindak sebagai perantara yang membantu menjual tanah kakaknya seluas 200 meter persegi di Pedukuhan Dayakan, Desa Pengasih, Kecamatan Pengasih. Ketika itu, pelaku menawarkan tanah dengan harga Rp50 juta yang disetujui oleh korban. Dalam proses balik nama, korban mengetahui jika harga yang ditawarkan ternyata terlalu mahal, sebab pasaran tanah di daerah tersebut tidak lebih dari Rp20 juta.

"Saat bertemu pelaku di sekolah, korban selalu mencaci maki pelaku sebagai penipu, bahkan korban juga meminta uang Rp50 juta beserta bunganya karena uang untuk membayar tanah tersebut utang dari bank. Korban juga mengancam pelaku jika uangnya tidak kembali," terangnya.

Ditambahkan Kapolsek, pelaku akan dijerat dengan pasal 338 jo 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman paling berat hukuman mati.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online