34 Desa di Sragen Masuk Zona Rawan Kekeringan, BPBD Siapkan 500 Tangki
Pemkab Sragen menetapkan siaga darurat kekeringan 2026. Sebanyak 34 desa rawan terdampak, BPBD menyiapkan 500 tangki air bersih.
Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Lampar Kecamatan Musuk membacakan perolehan suara partai politik di sela-sela Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu Tingkat PPK, di Aula Kecamatan Musuk, Selasa (15/4/2014).
Harianjogja.com, KULONPROGO—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo kembali mencocokan ulang surat suara pada tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) bermasalah. Protes keberatan terhadap penghitungan surat suara ini disampaikan oleh Partai Nasional Demokrat dan Partai Golkar.
Pengecekan ini menindaklanjuti surat rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk melakukan pengecekan ulang surat suara atas keberatan yang disampaikan oleh partai politik.
"Yang diperiksa TPS 5 Desa Bojong, TPS 17 Sentolo dan satu lagi TPS 1 Sentolo," ujar Ketua KPU Kulonprogo Muh. Isnaini, Minggu (4/5/2014) malam.
Dalam proses pencocokan surat suara ini disaksikan oleh panwaslu, perwakilan Bawaslu, serta saksi-saksi dari beberapa partai politik. Isnaini memaparkan di TPS 5 Bojong, perolehan surat suara sah Partai Nasdem tertulis sepuluh suara. Setelah dilakukan pengecekan kembali, antara C1, Plano dan juga D1, ternyata jumlah suara yang diperoleh hanya sembilan suara. Jumlah tersebut juga sama dengan data rekapitulasi Panwaslu.
Perbedaan jumlah surat suara juga terjadi di TPS 17 Sentolo. Data C1 di desa ini tertulis 527 suara. Sementara pada data C1, Plano dan D1 hanya ada tujuh suara, dengan rincian lima suara partai dan dua suara caleg.
"Ini ada kesalahan entah dari penjumlahannya. Karena jumlah C1, plano dan D1 tidak sebanyak itu," kata Isnaini.
Anggota Panwaslu Kulonprogo, Yuli Sutardiyo, menegaskan hasil surat suara yang telah dicocokkan tersebut sesuai dengan data yang ada di Panwaslu. Surat suara di TPS 17 bahkan dinilai sangat tidak rasional.
"Kami akan laporkan hasil ini ke Bawaslu. Tapi data yang sudah dicocokkan tersebut sama dengan yang ada di kami, sehingga tidak ada indikasi penggelembungan atau pergeseran surat suara," jelas Yuli.
Adapun Saksi dari Partai Nasdem, Kawit Mujiana mengungkapkan pihaknya mempertanyakan kesalahan jumlah surat suara di tingkat bawah, khususnya terkait jumlah surat suara di TPS 17 Sentolo yang tidak rasional.
"Pastinya hasil ini nanti kami akan laporkan ke DPP Nasdem, sesuai instruksi yang telah diberikan," papar Kawit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sragen menetapkan siaga darurat kekeringan 2026. Sebanyak 34 desa rawan terdampak, BPBD menyiapkan 500 tangki air bersih.
PSS Sleman resmi menunjuk kembali Pieter Huistra sebagai pelatih kepala untuk Super League 2026/2027 dengan target bangun tim Super Elja.
Jepang menang 4-0 atas Tunisia di Piala Dunia 2026, Ueda dan Ito bersinar, Tunisia tersingkir dari Grup F.
Seragam gratis Bantul 2026 masih dalam tahap pengadaan. Disdikpora menunggu hasil akhir SPMB untuk menentukan jumlah penerima.
Marco Bezzecchi diskors dari MotoGP Ceko 2026 usai insiden dengan marshal. Pemimpin klasemen MotoGP itu gagal tampil di balapan utama Brno.
Mahasiswa S2 UII mendapat pembekalan personal branding dan strategi karier untuk menghadapi transformasi digital, AI, dan perubahan dunia kerja.