Kemarau Lebih Panjang, Dinkes Bantul Waspadai Lonjakan Penyakit
Dinkes Bantul waspadai risiko penyakit saat kemarau panjang, imbau warga terapkan PHBS dan gunakan masker di luar ruangan.
Foto ilustrasi SPMB jenjang SMP dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, BANTUL— Program seragam gratis bagi siswa baru di Kabupaten Bantul pada tahun ajaran 2026/2027 dipastikan tetap berjalan. Namun, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul masih menunggu hasil akhir Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 sebelum menentukan jumlah pasti penerima dan kebutuhan pengadaan seragam.
Hingga pertengahan Juni 2026, pemerintah daerah masih melakukan pemetaan kebutuhan berdasarkan jumlah siswa yang dinyatakan diterima di masing-masing sekolah. Data tersebut menjadi dasar utama untuk menghitung jumlah seragam gratis yang akan disalurkan kepada peserta didik baru.
Kepala Disdikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto, menjelaskan bahwa proses pengadaan seragam saat ini masih berada pada tahap awal. Penghitungan kebutuhan dilakukan secara bertahap menyesuaikan perkembangan hasil seleksi SPMB yang masih berlangsung.
“Jadi untuk seragam bagi siswa baru atau murid baru ini masih dalam proses pengadaan,” kata Nugroho Eko Setyanto, Minggu (21/6).
Menurutnya, pemerintah tidak dapat menentukan jumlah pengadaan secara final sebelum memperoleh data resmi mengenai jumlah siswa baru yang diterima pada tahun ajaran 2026/2027.
“Jadi nanti kita sambil menghitung. Untuk SPMB sekarang ini murid barunya ada berapa. Karena kemarin kan belum diketahui saat pendaftaran juga,” ujarnya.
Disdikpora Masih Menunggu Data Resmi Sekolah
Selain menunggu hasil akhir SPMB Bantul 2026, Disdikpora juga belum menerima laporan lengkap dari sekolah-sekolah terkait jumlah peserta didik yang diterima. Data tersebut dibutuhkan untuk memastikan program seragam gratis dapat disalurkan sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Nugroho mengungkapkan bahwa laporan mengenai penerimaan siswa baru, khususnya pada jenjang sekolah dasar (SD), diperkirakan baru akan diterima dalam beberapa waktu ke depan.
“Laporannya belum masuk. Belum masuk ini karena kita tunggu, mungkin minggu depan baru masuk untuk yang SD,” katanya.
Data tersebut juga akan menjadi dasar evaluasi pemerintah daerah untuk mengetahui kondisi penerimaan murid baru di setiap sekolah, termasuk kemungkinan adanya sekolah yang mengalami kelebihan maupun kekurangan pendaftar.
Jenjang SMP Masih Menunggu Pengumuman Juli 2026
Sementara itu, proses SPMB pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) masih berlangsung. Disdikpora Bantul belum dapat memperoleh angka final jumlah peserta didik baru karena hasil seleksi baru akan diumumkan pada awal Juli mendatang.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah belum bisa memastikan kebutuhan akhir program seragam gratis Bantul 2026 untuk siswa SMP.
“Kalau yang SMP masih nanti menunggu tanggal 2 Juli. Karena tanggal 2 Juli kan baru pengumuman,” ujar Nugroho.
Menurutnya, kepastian jumlah penerima menjadi faktor penting agar pengadaan seragam dapat dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.
“Belum, sambil nanti menunggu jumlah kepastian muridnya berapa yang akan diberikan,” katanya.
Program Seragam Gratis Bantul Tetap Berjalan
Meski proses pengadaan masih menunggu hasil SPMB Bantul 2026, Disdikpora memastikan program seragam gratis tidak mengalami pembatalan. Pemerintah daerah tetap berkomitmen menjalankan program tersebut sebagai bagian dari upaya membantu meringankan beban biaya pendidikan yang harus ditanggung orang tua saat memasuki tahun ajaran baru.
Karena itu, akurasi data penerima menjadi perhatian utama sebelum proses pengadaan dilaksanakan secara penuh. Disdikpora Bantul berharap seluruh tahapan SPMB 2026 pada jenjang SD maupun SMP segera rampung sehingga kebutuhan seragam gratis siswa baru dapat dihitung secara pasti dan distribusinya bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah di Kabupaten Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul waspadai risiko penyakit saat kemarau panjang, imbau warga terapkan PHBS dan gunakan masker di luar ruangan.
Wamenpar minta Dieng siap sambut libur sekolah 2026 dengan layanan, keselamatan, dan pengelolaan wisata berkualitas.
Video Plenger Deni Caknan dan Bella Bonita viral. Pengamat UMY menyoroti etika konten digital, ableism, dan isu disabilitas.
Gibran respons penahanan Roy Suryo dan dr Tifa di kasus ijazah Jokowi, minta proses hukum diikuti dan doa kesembuhan.
DPR desak polisi tangkap pelaku penyiksaan 3 tahun di Bandung, korban alami kekerasan berat dan kontrol koersif.
Tren work from cafe di Jogja makin populer, mengubah kafe jadi ruang kerja produktif bagi pekerja digital dan freelancer.