BCE 2026 Dibuka, Bidik Transaksi UMKM Rp2,3 Miliar

Kiki Luqman
Kiki Luqman Sabtu, 01 Agustus 2026 18:47 WIB
BCE 2026 Dibuka, Bidik Transaksi UMKM Rp2,3 Miliar

Pembukaan Bantul Creative Expo (BCE) 2026 /Pemkab Bantul

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menargetkan perputaran ekonomi hingga Rp2,367 miliar dalam penyelenggaraan Bantul Creative Expo (BCE) 2026 yang resmi dibuka di Halaman Parkir Stadion Sultan Agung (SSA), Sabtu (1/8/2026).

Agenda tahunan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul tersebut tidak hanya menghadirkan pameran produk unggulan dan hiburan masyarakat, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi kreatif sekaligus memperluas pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pembukaan BCE 2026 dilakukan langsung oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih bersama Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 9 Agustus 2026, sementara Mataram Culture Festival (MCF) digelar pada 1-2 Agustus 2026. Seluruh rangkaian perayaan nantinya ditutup dengan konser musik pada 10 Agustus.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan BCE telah berkembang menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan masyarakat karena menghadirkan berbagai program dalam satu rangkaian kegiatan.

Mulai dari pameran produk UMKM, layanan publik, bursa kerja, hingga pertunjukan hiburan dan budaya, seluruhnya disatukan dalam satu lokasi yang diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung dibanding tahun sebelumnya.

"Oleh karenanya saya berterimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam Bantul Creative Expo 2026 ini," kata Halim.

Menurutnya, penyelenggaraan BCE menjadi cerminan identitas Bantul sebagai daerah yang bertumpu pada sektor budaya dan ekonomi kreatif. Kreativitas masyarakat, terutama pelaku UMKM, dinilai terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Halim mencontohkan besarnya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2025 yang mencapai sekitar Rp1,9 triliun. Dana tersebut dimanfaatkan oleh sekitar 25.000 pelaku UMKM di Bantul untuk mengembangkan usahanya.

"Angka serapan KUR sangat besar mengingat UMKM merupakan usaha dengan skala mikro dan kecil yang mempunyai menyerahkan kredit KUR Rp1,9 triliun dengan nasabah atau debitur sekitar 25 ribu UMKM yang telah memanfaatkan KUR," ujarnya.

Besarnya akses pembiayaan tersebut, lanjut Halim, menunjukkan bahwa sektor UMKM di Bantul memiliki potensi pertumbuhan yang kuat. Pemerintah daerah pun optimistis ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu pilar utama penggerak ekonomi masyarakat di masa mendatang.

Ia juga berharap lokasi baru penyelenggaraan BCE di kawasan Stadion Sultan Agung mampu memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi peserta maupun pengunjung.

"Saya berharap BCE 2026 yang digelar di Halaman Parkir Stadion Sultan Agung menjadi even yang lebih baik dari BCE 2025 yang digelar Pasar Seni Gabusan karena dilokasi ini tempatnya representatif sehingga BCE 2026 diharapkan semakin menguatkan Bantul sebagai kabupaten kreatif di DIY," katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo menekankan pentingnya dampak ekonomi nyata yang harus dirasakan pelaku usaha lokal melalui kegiatan tersebut.

Menurutnya, BCE tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan harus menjadi sarana peningkatan penjualan, perluasan jaringan usaha, dan promosi produk UMKM Bantul.

"UMKM di Bantul harus benar-benar merasakan dampak ekonomi dengan kegiatan BCE 2026 yang berlangsung selama sembilan hari," ujar Hanung.

Ketua Panitia Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul yang juga Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bantul, Fenty Yusdayati, menjelaskan BCE 2026 mengangkat tema Hamemangun Ekonomi, Hamemetri Budaya Edi, Tumuju Karaharjaning Nagari.

Tema tersebut menggambarkan semangat membangun ekonomi tanpa meninggalkan nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Bantul. Sebagai simbol kegiatan, panitia memilih ikon burung kayu bersayap batik yang merepresentasikan kreativitas dan semangat berkarya masyarakat.

Fenty menyebutkan BCE tahun ini melibatkan 62 stan yang dikelola panitia. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai perangkat daerah, kapanewon, sekolah menengah, instansi vertikal, rumah sakit daerah, BUMN, BUMD, sektor perbankan, hingga mitra pemerintah seperti Dekranasda, HIPMI, dan sejumlah asosiasi UMKM.

Selain itu, tersedia sekitar 100 stan UMKM swasta yang akan memamerkan beragam produk unggulan khas Bantul.

"Tahun ini terdapat 62 stan yang dikelola panitia, terdiri atas perangkat daerah, kapanewon, sekolah menengah, instansi vertikal, rumah sakit daerah, BUMN, BUMD, perbankan, hingga mitra pemerintah seperti Dekranasda, HIPMI, dan berbagai asosiasi UMKM. Selain itu tersedia sekitar 100 stan UMKM swasta," kata Fenty.

Panitia menargetkan nilai transaksi selama penyelenggaraan mencapai Rp2,367 miliar atau rata-rata sekitar Rp262,86 juta per hari. Sementara jumlah pengunjung diproyeksikan menembus 110.000 orang selama sembilan hari pelaksanaan.

Untuk memperluas manfaat ekonomi, BCE juga menghadirkan Job Fair pada 6-7 Agustus 2026 dengan sekitar 1.000 lowongan pekerjaan dari berbagai perusahaan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi jembatan antara pencari kerja dan dunia usaha.

Di sisi lain, Mataram Culture Festival akan menjadi ruang ekspresi seni dan budaya yang melibatkan berbagai kelompok seniman.

Pada hari pertama, masyarakat disuguhi penampilan Tari Sang Ksatria Mataram, Acapella Mataraman, Bantul Chamber Orchestra bersama sejumlah musisi, hingga kelompok lawak Ngatmombilung.

Sedangkan pada hari kedua, panggung budaya akan menampilkan Reyog Wayang, Gamelan Band Plenthong Konslet, serta pertunjukan Kiai Kanjeng bersama Noe Letto.

Melalui perpaduan pameran ekonomi kreatif dan festival budaya tersebut, Pemkab Bantul berharap BCE 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga mampu menarik wisatawan, memperkuat identitas budaya daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online