Perkuat Kualitas Layanan Kebidanan Melalui Transformasi Digital
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
dokumen
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pembebasan lahan untuk pembangunan bandara internasional di Kulonprogo kemungkinan besar batal terealisasi tahun ini, sekalipun PT Angkasa Pura telah menjadwalkan dan menyiapkan sejumlah dana untuk pembebasan lahan pada 2014.
Selain dokumen-dokumen kelengkapan pembangunan bandara yang belum lengkap, rencana pertemuan Bupati Kulonprogo dengan para petinggi kelompok warga yang tidak mendukung pembangunan bandara, Wahana Tri Tunggal (WTT) juga ditolak warga.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengakui adanya kemungkinan pembebasan lahan mundur dari jadwal yang ditentukan. “Namun, harapan dari PT Angkasa Pura (AP) lebih cepat lebih baik,” ujarnya, Selasa (6/5/2014).
Terlebih, PT AP telah menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan di tahun ini, seandainya kesepakatan antara pemkab dengan warga sudah menemukan titik temu.
Terkait batalnya rencana pertemuan dengan petinggi WTT, Hasto mengungkapkan, kelompok warga yang menolak pembangunan bandara tersebut tidak bersedia jika Bupati hanya bertemu petinggi kelompok saja, sebab mereka menghendaki pertemuan dengan keseluruhan warga WTT.
Kendati demikian, ia tidak terlalu mempersoalkan hal tersebut karena sosialisasi kepada masyarakat terdampak pembangunan bandara di Kecamatan Temon masih berlanjut.
Salah satunya, bertemu dengan Ikatan Keluarga Besar Pemilik Lahan dan Petani Penggarap Desa Palihan, Minggu (4/6/2014) lalu. “Untuk warga yang belum mendukung, Pemkab akan terus melakukan pendekatan persuasif,” imbuh dia.
Sekretaris Daerah Kulonprogo, Astungkoro, tidak berani menilai penyusunan dokumen kelengkapan pembangunan bandara tersendat atau tidak. “Saya belum dapat laporan, tetapi yang jelas semua dokumen masih diproses di Kementerian Perhubungan,” tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
Pemkab Gunungkidul berencana memindahkan kantor Kapanewon Ponjong ke pinggir jalan nasional karena dinilai kurang strategis.
AS tawarkan hadiah Rp160 miliar untuk informasi peretas diduga Rusia yang menargetkan akun Signal dan WhatsApp pejabat penting.
Maroko lolos 16 besar Piala Dunia 2026 usai kalahkan Belanda. Apa itu Singa Atlas? Simak fakta di balik julukan timnas Maroko yang terinspirasi singa raksasa!
Nadiem Makarim divonis 10 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook Kemendikbudristek di Pengadilan Tipikor Jakarta.
BAT memangkas 9.000 pekerjaan global sebagai bagian dari transformasi digital dan penurunan industri rokok dunia.