Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Harianjogja.com JOGJA-Lembaga pengawasan penyelenggara negara Ombudsman Republik Indonesia (ORI) perwakilan DIY-Jateng akan menghadirkan orang ketiga untuk mendalami redaksi pesan singkat elektronik atau SMS yang dikirimkan Kepala Satpol PP Bantul, Kandiawan kepada aktivis Masyarakat Pemantau Kejaksaan (MPK) Tri Wahyu.
“Tidak menutup kemungkinan kami menggunakan saksi ahli dari pihak ketiga untuk minta pendapatnya secara ilmu
komunikasi apakah ada unsur ancaman atau tidak dari sisi redaksi SMS,” kata Budhi Masthuri, selaku pelaksana
tugas (Plt) Kepala Perwakilan Ombudsman RI DIY, di kantornya, usai melakukan klarifikasi terhadap Kandiawan sekitar setengah jam, Rabu (7/5/2014). ORI mengajukan 12 pertanyaan kepada Kandiawan terkait SMS yang dikirimkan kepada aktivis MPK.
Menurut Budhi, berdasarkan penjelasan Kandiawan, SMS itu tidak bermaksud mengancam secara fisik melainkan dalam konteks umum. SMS dikirimkan pada 15 April dari rumah Kandiawan. Saat mengirimkan SMS Kandiawan berada di rumah, tidak menggunakan pakaian dinas karena izin sakit tidak masuk kerja sejak pukul 13.00 WIB.
Sementara MPK, lanjut Budhi, menganggap SMS Kandiawan merupakan bentuk ancaman. Dari dua interpretasi subyektivitas yang berbeda soal SMS tersebut, Budhi mengakui tidak memiliki kapasitas untuk menentukan intepretasi yang mana yang harus diambil untuk menentukan kebijakan apakah ada maladministrasi atau tidak.
Koordinator Umum MPK Tri Wahyu saat dihubungi menolak untuk mediasi dengan Kandiawan. Menurut dia, MPK tidak akan memenuhi mediasi dengan pejabat yang dianggap bermasalah. Tri Wahyu berharap ORI melanjutkan investigasi dan merekomendasikan Bupati Bantul untuk mencopot Kandiawan dari jabatannya karena telah melakukan malapraktek karena telah mengancam MPK melalui SMS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Sekitar 52 hektare sawah Banaran, Kulonprogo, bera akibat krisis air. Petani kini menerapkan pola tanam padi bergilir sambil menunggu hujan.
Korban longsor salju di Gunung Mizhirgi, Rusia, bertambah menjadi 13 orang. Empat pendaki masih hilang dalam pencarian di Ngarai Bezengi.
Presiden Prabowo melepas 430 atlet Indonesia dari 35 cabang olahraga untuk berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam mendorong hilirisasi riset melalui keikutsertaan dalam Pameran Inovasi Perguruan Tinggi
Pernikahan di Bantul menurun. Standar media sosial, karier, pendidikan, dan ekonomi membuat anak muda memilih menunda pernikahan.