Kali Oya di Semin Mengering Akibat Kemarau Panjang, Warga Hanya Temukan Hamparan Pasir
Kemarau panjang membuat sejumlah titik Kali Oya di Semin Gunungkidul mengering. Debit air menyusut drastis hingga hanya menyisakan pasir dan batuan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul rela merogoh kocek Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebesar Rp190 juta demi menyambut tim dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
Uang itu digunakan untuk membangun taman kecil bertuliskan Welcom to Geopark Gunungsewu di Kecamatan Patuk. Anggaran pembangunan diambilkan dari APBD 2013 dan realisasinya pada triwulan pertama tahun ini.
“Kami [Pemkab] ingin memberikan kesan yang pertama yang menarik sehingga mereka [tim dari UNESCO] jatuh hati dengan Gunungkidul,” ujar Kepala Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan (Kapedal) Gunungkidul di kompleks kantor Pemkab, Kamis (8/5/2014).
Rencananya tim dari UNESCO akan menyambangi Gunungkidul pada awal Juni mendatang. Tulisan tersebut sengaja dipersiapkan karena Gunungkidul menjadi pintu maasuk kawasan Geopark Gunungsewu yang meliputi Gunungkidul, Wonogiri (Jawa Tengah) dan Pacitan (Jawa Timur).
Bahan bangunan untuk mewujudkan tulisan tersebut didatangkan dari Gunungkidul. Adapun, bahan utama yang dipakai yakni semen dan batu putih. Irawan menuturkan pembangunan tulisan itu ramah lingkungan karena memerhatikan aspek-aspek kelestarian lingkungan.
“Semoga Gunungsewu bisa masuk dalam Global Geopark Network [GGN] sehingga kemajuan wisata Gunungkidul semakin terangkat,” tutur dia. Selain membuat tulisan tersebut, rencananya lingkungan sekitar gapura selamat datang Gunungkidul juga akan dipercantik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang membuat sejumlah titik Kali Oya di Semin Gunungkidul mengering. Debit air menyusut drastis hingga hanya menyisakan pasir dan batuan.
FKPDAS DIY mendorong penyelesaian Pergub Insentif DAS tahun ini untuk memperkuat konservasi dan hubungan hulu-hilir.
Konservasi di Indonesia dinilai masih meminggirkan masyarakat adat. Isu ini dibahas dalam Peoples’ Conservation Summit 2026 di Jogja.
TNI AD menjelaskan kondisi jembatan gantung Pongpet di Pangandaran setelah tali sling penahan jembatan terlepas usai peresmian.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau jalan rusak sekaligus mendorong percepatan perbaikan dan penyerapan anggaran.
Industri alas kaki kontraksi pada Agustus 2026. Kemenperin mengungkap penyebabnya, mulai dari permintaan ekspor hingga konsumsi domestik yang melambat.