Karhutla Meluas, Polri Ungkap Modus Bakar Lahan untuk Buka Kebun
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, yang juga capres dari PDIP menunjukan jarinya yang telah dicelup tinta usai memberi suaranya di TPS 27 Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2014). (JIBI/Antara/Fanny Octavianus)
Harianjogja.com, SLEMAN—Puluhan orang relawan mendeklarasikan diri sebagai Gerakan Pilih Jokowi atau Piljowi. Mereka menyatakan dukungannya terhadap calon presiden yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut untuk memenangkan pemilihan presiden (pilpres) Juni mendatang.
Jokowi dianggap sosok yang selama ini ditunggu dan telah membuktikan dengan aksi nyata.
“Jokowi selalu hadir di masyarakat, termasuk saat dia jadi pejabat publik,” kata Koordinator Gerakan Piljowi, Agus Widhartono, dalam acara deklarasi di Sleman, Kamis (8/5/2014).
Relawan Piljowi terdiri atas berbagai lapisan masyarakat, termasuk akademisi. "Kami akan membangun sinergi dengan siapapun yang mau diajak kerja sama untuk mendukung Jokowi,” ujar Agus Widharto.
Agus Widharto mengungkapkan pihaknya juga akan membangun kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam pilpres. "Kesadaran untuk memilih presiden harus dibangun. Jangan menerima politik bantuan, tapi memilih dengan rasionalitas dan kecerdasan anak bangsa," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP DIY, Bambang Praswanto mengaku dukungan relawan seperti Piljowi diperlukan partainya. Mengingat secara nasioal, perolehan suara yang dikumpulkan PDIP kurang dari 20%.
“Kami tidak ingin Jokowi jadi presidennya PDI Perjuangan, tapi presidennya Indonesia,” ungkapnya.
Bambang berkomitmen partai berlambang banteng tidak akan mengintervensi kelompok maupun individu di luar partai yang mendukung Jokowi. “Kami hanya ingin koordinasi agar antar relawan tetap baik hubungannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
FKPDAS DIY mendorong penyelesaian Pergub Insentif DAS tahun ini untuk memperkuat konservasi dan hubungan hulu-hilir.
Konservasi di Indonesia dinilai masih meminggirkan masyarakat adat. Isu ini dibahas dalam Peoples’ Conservation Summit 2026 di Jogja.
TNI AD menjelaskan kondisi jembatan gantung Pongpet di Pangandaran setelah tali sling penahan jembatan terlepas usai peresmian.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau jalan rusak sekaligus mendorong percepatan perbaikan dan penyerapan anggaran.
Industri alas kaki kontraksi pada Agustus 2026. Kemenperin mengungkap penyebabnya, mulai dari permintaan ekspor hingga konsumsi domestik yang melambat.