3 Moge Disita KPK, Diduga Dibeli Pakai Dana Operasional DJBC
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
Harian Jogja/Desi Suryanto Sebuah spanduk dipasang pemuda RW 11 Gondolayu seperti terlihat pada Jumat (9/5). Pemasangan sejumlah spanduk bernada kritikan tersebut merupakan wujud kekecewaan warga atas dijualnya sejumlah perumahan warga di seputaran pinggir Sungai Code itu. Banyak warga belum mengetahui kawasan tersebut akan dibangun bangunan apa.
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan keluarga di RW 11 Gondolayu, Jogja, terancam sulit mendapatkan rumah tinggal. Tak sedikit bangunan tempat tinggal warga telah dirubuhkan pihak pengembang.
Apalagi, banyak di antara ratusan tersebut, bukan pemilik lahan tapi hanya menumpang di atas hak milik.
Melihat hal tersebut, para pemuda di RW tersebut membangun gerakan menolak dibangunnya bangunan komersial dengan gerakan Gondolayu Ora Didol.
Kekhawatiran akan digusurnya kampung yang menjadi tempat tinggal mereka tersebut sesungguhnya telah dimulai sejak 2012 silam. Namun kondisi dirasa kian parah di waktu belakangan.
Pemuda kampung pun memutuskan untuk membangun gerakan.
Menurut warga, apabila wilayah RW 11 dipastikan digusur sebagai lokasi bangunan komersial oleh pengembang, warga tidak akan mendapatkan ganti rugi yang adil. Rasa persaudaraan antarwarga yang telah lama terjalin pun jadi taruhan.
Wilayah yang termasuk dalam lingkungan RW 11 yakni RT 55-RT 61. Rumah dan tanah di RT 61, hampir seluruhnya ludes terjual.
“Tinggal satu rumah yang belum terjual, karena pemilik rumahnya sendiri juga memiliki pandangan saling berseberangan,” ujar Tunggul Tauladan, koordinator seksi pemuda dan olahraga RW 11, dijumpai di rumahnya, Jumat (9/5/2014).
Banyak dari warga di RW 11, lanjutnya, bukan pemilik asli tanah dan bangunan. Pemilik tanah yang asli, tidak berada di Jogja.
“Tadinya mereka juga tak ada niat menjual tanah mereka, namun karena para makelar dan calo menghubungi pemilik tanah langsung, warga yang menumpang bisa apa,” ujar Tunggul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
Wisata Labuan Bajo berangsur pulih pascagempa Flores. Sejumlah destinasi kembali menerima wisatawan dengan memperhatikan faktor keselamatan.
Kinerja keselamatan penerbangan Indonesia mencapai 78,85% berdasarkan audit ICAO, melampaui rata-rata global yang berada di angka 70,6%.
Budi Gunadi Sadikin mengungkap alasan maju sebagai calon Dirjen WHO. Ia menyebut pencalonan tersebut merupakan amanah Presiden Prabowo.
Investor di kawasan JJLS Gunungkidul diminta mematuhi perizinan dan menjaga lingkungan setelah Kelok 23 selesai dibangun.
Posko GRIB Jaya di Kebon Jeruk terbakar pada Senin dini hari. Polisi menyebut api diduga berasal dari korsleting listrik.