Kemenhan Beri Santunan Rp50 Juta untuk Korban Latsarmil SPPI
Kemenhan beri santunan Rp50 juta bagi peserta SPPI yang meninggal, sekaligus evaluasi total sistem latihan militer.
Harian Jogja/Desi Suryanto Sebuah spanduk dipasang pemuda RW 11 Gondolayu seperti terlihat pada Jumat (9/5). Pemasangan sejumlah spanduk bernada kritikan tersebut merupakan wujud kekecewaan warga atas dijualnya sejumlah perumahan warga di seputaran pinggir Sungai Code itu. Banyak warga belum mengetahui kawasan tersebut akan dibangun bangunan apa.
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan keluarga di RW 11 Gondolayu, Jogja, terancam sulit mendapatkan rumah tinggal. Tak sedikit bangunan tempat tinggal warga telah dirubuhkan pihak pengembang.
Apalagi, banyak di antara ratusan tersebut, bukan pemilik lahan tapi hanya menumpang di atas hak milik.
Melihat hal tersebut, para pemuda di RW tersebut membangun gerakan menolak dibangunnya bangunan komersial dengan gerakan Gondolayu Ora Didol.
Kekhawatiran akan digusurnya kampung yang menjadi tempat tinggal mereka tersebut sesungguhnya telah dimulai sejak 2012 silam. Namun kondisi dirasa kian parah di waktu belakangan.
Pemuda kampung pun memutuskan untuk membangun gerakan.
Menurut warga, apabila wilayah RW 11 dipastikan digusur sebagai lokasi bangunan komersial oleh pengembang, warga tidak akan mendapatkan ganti rugi yang adil. Rasa persaudaraan antarwarga yang telah lama terjalin pun jadi taruhan.
Wilayah yang termasuk dalam lingkungan RW 11 yakni RT 55-RT 61. Rumah dan tanah di RT 61, hampir seluruhnya ludes terjual.
“Tinggal satu rumah yang belum terjual, karena pemilik rumahnya sendiri juga memiliki pandangan saling berseberangan,” ujar Tunggul Tauladan, koordinator seksi pemuda dan olahraga RW 11, dijumpai di rumahnya, Jumat (9/5/2014).
Banyak dari warga di RW 11, lanjutnya, bukan pemilik asli tanah dan bangunan. Pemilik tanah yang asli, tidak berada di Jogja.
“Tadinya mereka juga tak ada niat menjual tanah mereka, namun karena para makelar dan calo menghubungi pemilik tanah langsung, warga yang menumpang bisa apa,” ujar Tunggul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenhan beri santunan Rp50 juta bagi peserta SPPI yang meninggal, sekaligus evaluasi total sistem latihan militer.
Pasar saham China anjlok 15 persen sepanjang 2026 akibat euforia AI yang meredup. Tencent dan Alibaba turun 29 persen. Cek penyebab dan dampaknya di sini.
Cyberdeck jadi tren Gen Z: komputer rakitan DIY berbasis Raspberry Pi sebagai bentuk ekspresi diri dan teknologi anti seragam.
BPJS Ketenagakerjaan DIY dorong ahli waris mandiri lewat Rekso Waris dan pelatihan bisnis online Shopee.
Kasus malaria impor Sleman 2026 capai 39 kasus, sama seperti 2024, seluruhnya berasal dari luar wilayah.
Yamaha resmi mengakhiri kerja sama dengan Fabio Quartararo dan Alex Rins di MotoGP 2026 sebagai bagian dari perombakan tim.