Karhutla Meluas, Polri Ungkap Modus Bakar Lahan untuk Buka Kebun
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Seorang calon haji asal Dusun Pongangan, Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, Tukiman, 64, meninggal dunia seusai mengikuti tes kebugaran calon jamaah haji yang dilaksanakan di Alun-alun Wates, Jumat (9/5) pagi. Diduga, Tukiman mengalami serangan jantung karena kelelahan fisik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Harian Jogja, Tukiman berangkat dari rumahnya bersama lima orang lainnya untuk mengikuti tes kebugaran calon jamaah haji yang baru pertama kalinya dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan dan Kantor Kementerian Agama Kulonprogo, setelah salat Subuh dan tiba di lokasi sekitar pukul 05.30 WIB.
Sebelum mengikuti tes kebugaran berupa jalan mengelilingi Alun-alun Wates sebanyak dua kali, tim kesehatan terlebih dahulu mengecek kondisi tekanan darah, denyut nadi, dan laju nafas. Setelah itu, seluruh calon jamaah haji dites kebugarannya dengan mengelilingi Alun-alun Wates.
Tukiman masih dapat berinteraksi dengan teman-temannya ketika sudah mencapai garis finish. Saat ia menerima snack, tiba-tiba tubuhnya jatuh dan tidak sadarkan diri. Kemudian, Tukiman segera dilarikan ke IGD RSUD Wates, namun tidak dapat tertolong.
Salah satu teman korban yang termasuk dalam rombongan Jemaah calon haji Pongangan, Sugiman, 60, menceritakan, sejak awal berangkat kondisi temannya dalam keadaan sehat. Bahkan, ia mengaku sudah sarapan sebelum berangkat menuju Alun-alun Wates.
Hanya saja, saat Tukiman ditanya oleh tim kesehatan tentang riwayat penyakit, ia mengatakan sering merasakan nyeri dada setelah berolahraga. “Tukiman memang sehari-hari rajin berolahraga,” ujarnya.
Kemudian, petugas dari tim kesehatan mengimbau Tukiman untuk tidak memaksakan diri saat melakukan tes kebugaran. Menurut dia, Tukiman bersemangat mengikuti tes kebugaran, terbukti saat rombongannya hanya berjalan kaki dengan kecepatan stabil, justru korban berjalan cepat.
“Baru saja saya kasih snack dalam kotak setelah kami sama-sama tiba di garis finish, tiba-tiba dia nggeblak dan tidak sadar,” ungkap Sugiman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Banjir bandang dan longsor di perbatasan Nepal-China menewaskan 919 orang. Sebanyak 4.793 lainnya masih hilang, termasuk 853 warga asing.
Stok beras Bulog Banyumas mencapai 76.000 ton setara beras dan dipastikan aman hingga Maret 2027.
DPRD Bantul mengingatkan keberadaan PSEL bukan alasan warga meningkatkan produksi sampah. Pengurangan dari sumber tetap harus dilakukan.
Kemarau panjang membuat pasokan ikan gabus di Kulonprogo anjlok dari 20-25 kg menjadi 5 kg per minggu. Pengepul terpaksa cari pasokan luar daerah.
Lomba wiru jarik dan permainan dakon digelar di Balai Budaya Tamanmartani, Sleman, Senin (31/8/2026).