Karhutla Meluas, Polri Ungkap Modus Bakar Lahan untuk Buka Kebun
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mewanti-wanti, tidak segera disahkannya lima peraturan daerah istimewa (perdais) turunan, program besar Keistimewaan DIY yang dirancang bisa sampai pedusunan belum bisa dijalankan. Sultan pesimistis perdais turunan kelar tahun ini.
“Selama itu [perdais] enggak ada, kami belum bisa ke sana [menyasar hingga dusun],” ujar Sultan di Komplek Perkantoran Pemerintah Daerah DIY, Kepatihan, Jumat (9/5/2014).
Program besar keistimewaan itu salah salah satunya adalah akademi komunitas. Ketika program itu dijalankan, pemerintah kota/kabupaten diperbantukan oleh Pemda DIY dalam melaksanakan program sampai pedukuhan yang dibiayai dana keistimewaan.
Gubernur berharap perdais itu dapat selesai tahun ini sebagai pedoman pencairan danais 2015. Sehari sebelumnya, Dirjen Otda Kemendagri Djohermansyah Djohan meminta pengesahan perdais turunan bisa dilakukan tahun ini agar penggunaan danais optimal.
Permintaan serupa juga datang dari Kementerian Keuangan agar ada kejelasan mengenai batas-batas penggunaan danais dan alur keterlibatan pemerintah kota/kabupaten dalam penggunaan dana transfer dari pusat itu.
Kendati begitu, Sultan pesimistis seluruh perdais bakal selesai pada anggota Dewan periode 2009-2014, apalagi untuk soal urusan kebudayaan memiliki makna yang luas sehingga pembahasan dimungkinkan memakan waktu lama.
Menurutnya, perdais untuk urusan kelembagaan dan penetapan gubernur yang dinilai lebih mudah dapat didahulukan. Sedangkan sisanya soal kebudayaan, pertanahan, dan tata ruang diserahkan ke anggota Dewan periode selanjutnya, tapi bukan anggota baru secara murni.
“Mereka kan juga bisa angkat staf ahli, bisa minta bantuan kampus juga,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Banjir bandang dan longsor di perbatasan Nepal-China menewaskan 919 orang. Sebanyak 4.793 lainnya masih hilang, termasuk 853 warga asing.
Stok beras Bulog Banyumas mencapai 76.000 ton setara beras dan dipastikan aman hingga Maret 2027.
DPRD Bantul mengingatkan keberadaan PSEL bukan alasan warga meningkatkan produksi sampah. Pengurangan dari sumber tetap harus dilakukan.
Kemarau panjang membuat pasokan ikan gabus di Kulonprogo anjlok dari 20-25 kg menjadi 5 kg per minggu. Pengepul terpaksa cari pasokan luar daerah.
Lomba wiru jarik dan permainan dakon digelar di Balai Budaya Tamanmartani, Sleman, Senin (31/8/2026).