Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Harianjogja.com, SLEMAN-Berkat lele sangkuriang, peternak ikan di Kalasan, Sleman meraup sukses. Adapun usaha peternak lele sebelumnya sempat tidak berkembang.
“Lima tahun yang lalu, kalau kita mengelola ikan lele itu selalu tekor,” ujar sambil menghela napas ketika Harianjogja.com menanyakan bagaimana kisah awal budidaya lele, Jumat (9/5/2014).
Akibatnya kolam-kolam ikan yang ada di daerahnya menjadi telantar. Namun, Suparno tidak putus asa dan berusaha mencari jalan keluar. Pasalnya, kolam ikan merupakan mata pencaharian warga di dusun tersebut. Singkat cerita kelompok peternak lele mendatangkan narasumber ahli perikanan orang Indonesia tapi pernah belajar di Jepang,” ucap Suparno.
Dari situlah awal titik terangnya. Kelompok Mina Wahyu Sejati dikenalkan dengan metode pembudidayaan ikan lele yang berbeda. Metodenya bernama bio enzim. Pakannya dicampur dengan berberapa jenis vitamin. Tak hanya itu, kelompok tani kemudian memilih bibit lele Sangkuriang 2 untuk dibudidayakan. Pemilihan bibit itu bukannya tanpa alasan. Lele sangkuriang 2 bisa tumbuh 10% lebih cepat dari generasi sebelumnya. Ukuran tubuhnya pun lebih bongsor dan yang terpenting lebih tahan terhadap penyakit.
Lele yang namanya diambil dari cerita rakyat Sunda tersebut pertama kali diperkenalkan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi pada tahun 2004. Lele Sangkuriang merupakan versi perbaikan dari lele dumbo yang mengalami penurunan kualitas. Pada 2010, BBPBAT kembali melakukan pengembangan terhadap ikan lele sangkuriang. Kali ini lele sangkuriang dikawinkan dengan lele dari sungai Nil, Afrika dengan hasil sangkuriang 2.
Dengan metode baru dan bibit unggul memberikan hasil yang lebih baik. Tingkat kematian bibitnya jadi lebih rendah. Dari 14.000 bibit ekor yang ditebar, jumlah lele yang mati hanya 217 ekor. Pakannya pun lebih irit. Selain itu, juga digunakan sistem penyaringan atau filter air. Dari segi waktu, masa panennya lebih cepat dari ikan lele biasa yang butuh tiga bulan. Menurut pengakuan beberapa anggota kelompok, daging ikan lele sangkuriang 2 juga lebih padat dan rasanya pun lebih gurih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Veda Ega unggul klasemen Moto3 2026 meski kalah top speed dari Hakim Danish. Duel keduanya makin ketat di lintasan.
Sharenting anak di media sosial berisiko kebocoran data, pelacakan lokasi, hingga pencurian identitas menurut studi Kaspersky dan SIT.
Google meluncurkan Gemini 3.5 Flash di Google I/O 2026. Model AI baru ini lebih cepat, murah, dan fokus mendukung era AI agent.