Perkuat Kualitas Layanan Kebidanan Melalui Transformasi Digital
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
Harianjogja.com, BANTUL–Inspektorat Daerah (Insekda) Bantul memastikan tidak ada penyelewengan atau penggunaan aset-aset milik sekolah untuk kepentingan pribadi mantan kepala sekolah SD Negeri Sampangan, Wirokerten, Banguntapan, Parsiyah yang pertengahan Januari lalu diprotes ratusan wali murid dengan tuduhan membawa pulang sejumlah aset milik sekolah.
Insektur Inspekda Bantul Bambang Purwadi mengatakan, hasil pemeriksaan terhadap Parsiyah hasilnya nihil. Tuduhan siswa dan komite tidak terbukti. “Dari pemeriksaan yang sudah dilakukan nggak ada penyelewengan. Uangnya masih utuh. Ternyata hanya miskomunikasi,” kata Bambang, belum lama ini.
Menurut Bambang, pemeriksaan dilakukan Inspekda menindaklanjuti perintah bupati Bantul Sri Surya Widati setelah adanya reaksi keras aksi demonstrasi wali murid dan siswa pada Januari.
Wali murid menuding Parsiyah telah membawa pulang sejumlah aset milik sekolah seperti perangkat komputer, monitor, printer dan dugaan penyelewengan dana bantuan siswa miskin (BSM) senilai Rp 40 juta. "Ternyata semuanya tidak terbukti. Hanya miss saja," jelas Bambang lagi.
Sejak aksi protes tersebut muncul dan pemeriksaan Inspekda tidak menemukan bukti kuat semua tuduhan, Parsiyah dipindahtugaskan dari kepala sekolah SD Negeri Sampangan, Wirokerten kini kepala sekolah SD Kaligatuk, Banguntapan.
Dihubungi wartawan, Parsiyah mengaku sempat diperiksa Inspekda hingga tiga kali terkait semua tuduhan padanya. Tak hanya dirinya, suaminya juga ikut diperiksa inspekda. "Termasuk rekening juga ikut dicek,” tuturnya santai.
Parsiyah menegaskan, penyelewengan dana BSM bagi 115 siswa yang pernah dituduhkan tidak terbukti. Tuduhan lain wali murid dirinya membawa pulang sejumlah aset milik sekolah juga tidak terbukti.
Khusus penggunaan kamera digital milik sekolah saat menjalankan umrah, kepala sekolah satu ini mengaku sebelumnya sudah seizin pihak sekolah yang menangani aset.
Disinggung terkait hard disk, Parsiyah mengaku membawanya karena keperluan mengikuti pelatihan. "Dan hard disk tersebut sudah saya kembalikan kepada sekolah lagi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
Bantul tetapkan siaga darurat kekeringan hingga September, dampak El Nino mulai terasa.
KPK minta Bupati Kuansing dan Sekda menyerahkan diri usai OTT, 10 orang diamankan.
Modus sewa ilegal TKD Condongcatur terbongkar, 17 penyewa setor Rp1,3 miliar, negara rugi Rp1,7 miliar.
Eks pegawai bank di Banyumas jadi tersangka pemalsuan surat dan penipuan Rp25 miliar, korban lebih dari 100 orang.
Nadiem ajukan banding atas vonis 10 tahun kasus Chromebook, bantah terima Rp809 miliar dan singgung kriminalisasi.