3 Moge Disita KPK, Diduga Dibeli Pakai Dana Operasional DJBC
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
Tim SAR Wilayah II Baron mengadakan evaluasi hari ketujuh karamnya kapal KM Akau Jaya Sembilan Rabu (16/10/2013). (JIBI/Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul (Disbudpar) Bantul mendukung penambahan Posko Tim SAR di seluruh objek wisata pantai di Bantul.
Pasalnya, tingkat keamanan pengunjung harus makin dioptimalkan menekan seringnya korban terseret ombak. "Kami sangat mendukung adanya penambahan posko untuk relawan tim SAR ini," kata Ketua Disbudpar Bambang Legowo, Sabtu (10/5/2014).
Menurut dia, peningkatan keamanan kawasan objek wisata merupakan bagian dari peningkatan sapta pesona. Keamanan dan keselamatan pengunjung menjadi kebutuhan dalam pelayanan pariwisata Bantul.
Pihak Disbudpar tidak ingin muncul kesan pariwisata Bantul sebagai pariwisata yang paling banyak memakan korban. Padahal, imbuh Bambang, tugas relawan Tim SAR sudah tidak ada kurangnya.
Bambang menambahkan dari kajian pariwisata penambahan posko permanen untuk relawan tim SAR tidak mengurangi pesona keindahan setiap objek wisata di setiap lokasi. Hanya, memang perlu dilakukan kajian khusus penentuan lokasi agar tetap strategis untuk pertolongan cepat wisatawan dan tetap tidak mengganggu pandangan.
"Secara teknis pelaksanaan ini di BPBD namun tetap kami bisa memberi masukan dari sisi penataan pariwisata," tambahnya.
Sekretaris tim SAR Parangtritis Taufik menyatakan sepenuhnya agar Pemkab Bantul lebih bijaksana menyikapi masih minimnya posko di seluruh objek pantai yang ada.
Selama ini tim SAR yang bertugas mengamankan pantai memang disiagakan tanpa tempat di beberapa titik keramaian pengunjung yang tengah menikmati wisata pantai agar cepat menjangkau wisatawan sewaktu-waktu memerlukan bantuan.
Adapun khusus Pantai Gua Cemara yang belum lama ini jatuh dua korban hanyut terseret gelombang, sampai saat ini belum ada posko lantaran warga setempat keberatan.
"Kami berharap Pemkab dapat mengupayakan kebutuhan fasilitas ini. Apalagi sudah mendekati lebaran dan banyak musim libur panjang," pungkas Taufik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
Kemenpora mengajukan anggaran Rp4,019 triliun untuk 2027, termasuk Rp2,4 triliun bagi program prioritas kepemudaan dan olahraga.
Properti Kulonprogo masih stagnan meski YIA hadir. Spekulasi tanah dan minimnya kawasan terpadu menjadi sejumlah tantangan.
Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik tentang kepahlawanan, termasuk sejarah Majapahit dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950.
MBG 3B telah menjangkau 10,8 juta penerima hingga 18 Agustus 2026. Pemerintah mengejar target 21 juta penerima manfaat.
Asphirasi Connect 2026 di Jogja memperkuat sinergi pengusaha Haji dan Umrah melalui konsolidasi, sharing bisnis, networking, dan business matching.