Karhutla Meluas, Polri Ungkap Modus Bakar Lahan untuk Buka Kebun
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra Kumala Petugas mengganti jaringan kabel terbuka dengan kabel tertutup di simpang Manahan, Solo, Rabu (5/3). Penggantian tersebut dilakukan agar jaringan listrik lebih aman dan tahan terhadap cuaca buruk.
Harianjogja.com, SLEMAN—Puluhan warga Dusun Nologaten, Caturtunggal, Depok, Sleman dua kali menggeruduk kantor PLN Area Pelayanan DIY di Gedongkuning pada Jumat (9/5/2014) dan Minggu (11/5/2014) memprotes pemadaman listrik PLN yang terjadi tiga kali pada jam-jam sibuk.
Sekitar 30 warga mendatangi kantor PLN, Minggu (11/5/2014) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Kedatangan warga ke kantor itu adalah yang kedua kalinya setelah sebelumnya sekitar jam yang sama pada Jumat (9/5/2014) sekitar 10 warga dusun itu menggeruduk kantor tersebut karena keluhan yang sama.
Ketua RT 09 Dusun Nologaten, Agus Supriyanto, pada Senin mengatakan, warga di RT-nya merasa terganggu dengan pelayanan listrik PLN yang mati hidup mati hidup selama empat malam. “Matinya pada jam yang sama jam 21.30 WIB, dan hidup lagi baru keesokan harinya,” kata Agus.
Agus menceritakan, aliran listrik mati pertama kali terjadi Rabu (7/5/2014), di Nologaten RT 09 dan RT 08 RW 03 mulai pukul 21.30 WIB. Saat itu, warga sudah lakukan kontak ke operator PLN tapi tak ada respons. Listrik baru nyala Kamis (8/5) pukul 05.00 WIB.
Kejadian serupa terulang Kamis (8/5/2014). Listrik padam mulai pukul 21.30 WIB dan baru menyala Jumat (9/5/2014) pukul 09.00 WIB. Puncak kekesalan warga terjadi Jumat (9/5/2014).
Pukul 21.30 WIB, listrik kembali padam, setelah kembali komplain melalui telepon tak ada respons, akhirnya sepuluh perwakilan warga mendatangi kantor PLN di Gedongkuning.
Hasilnya, petugas melakukan perbaikan dan lampu langsung menyala Sabtu (10/5/2014) pukul 01.00 WIB. Pada Sabtu malam, kejadian listrik padam tak terjadi.
Namun pada Minggu (11/5/2014) pukul 22.00 WIB, listrik kembali padam. Kesal, sekitar 30 warga kembali mendatangi kantor PLN DIY Gedongkuning untuk kedua kalinya.
Yang menjadi kejanggalan bagi warga, kejadian matinya listrik hanya terjadi pada 50 rumah warga dan sebagian listrik warga lainnya tetap hidup.
Salah satu warga Nologaten, Doni menambahkan, padamnya listrik telah merugikan warga, terutama yang berwiraswasta laundry, pembuat es batu, parkiran dan usaha kos-kosan.
“Apalagi di hari kedua padam sampai jam 09.00 WIB, sangat menganggu karena warga jadi susah mandi akibat kehabisan air,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Kemenpora mengajukan anggaran Rp4,019 triliun untuk 2027, termasuk Rp2,4 triliun bagi program prioritas kepemudaan dan olahraga.
Properti Kulonprogo masih stagnan meski YIA hadir. Spekulasi tanah dan minimnya kawasan terpadu menjadi sejumlah tantangan.
Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik tentang kepahlawanan, termasuk sejarah Majapahit dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950.
MBG 3B telah menjangkau 10,8 juta penerima hingga 18 Agustus 2026. Pemerintah mengejar target 21 juta penerima manfaat.
Asphirasi Connect 2026 di Jogja memperkuat sinergi pengusaha Haji dan Umrah melalui konsolidasi, sharing bisnis, networking, dan business matching.